Cerita dan Celoteh, perempuan

Biarkan Angin Berhembus Sebagaimana Mestinya

Malam sudah melarut. Tapi hati yang gelisah tetap terjaga walau mata terpejam. Ada yang dipikirkannya. Ada yang membuatnya gelisah. Ada 5 huruf. C-I-N-T-A.

Ah, soal ini harusnya memang sudah basi ya untuk dibahas? Aku juga sedikit malas untuk menuliskannya. Tapi, melalui deretan huruf ini, hati boleh berharap sedikit kegelisahan itu sirna. Yaa, ini tentang cinta. Sesuatu yang klise, absurd, bahkan ada yang menafikkannya mengatakan bahwa itu tak penting, basi, gombal, apa pun lah itu. Ya karena sejatinya memang masih banyak hal yang bisa dipikirkan selain urusan cinta kan? Yaaa, aku tahu pasti, karena urusan itu pun sering kali aku ‘sirna’kan terlebih dahulu. Mungkin kalian juga. Tapi selalu, aku tidak bisa berlari dari satu waktu yang aku yakin, siapapun engkau pasti pernah mengalaminya. Satu waktu di mana kita memikirkan hal bernama ‘cinta’. Continue reading “Biarkan Angin Berhembus Sebagaimana Mestinya”