Cerita Fiksi

cerpen: RAGU #1

“Hei, kamu.” dia memanggilmu.

“Aku?” kamu mulai bingung mengapa dia memanggilmu, wajahmu pasi, tapi kamu datang saja memenuhi panggilannya.

“Iya, kamu. Kamu menyayanginya?”

Pasti kamu tambah bingung dengan pertanyaan itu, lalu air mukamu itu penuh tanda tanya, tapi tetap saja, wajahmu tenang walau ada tanda tanya di sana.

“Aku menyayangi siapa? Ibuku? Tentu saja iya. Bapakku? Apalagi bapakku, dia yang mengajariku menjadi jagoan.” jawabmu santai.

“Bukan.” dia tidak kalah santai, malah menyelingi pula dengan tawa kecilnya.

“Teman-temanku? Tentu saja. Mereka itu penaka bintang-bintang untuk langit malam. Banyak. Kerlipnya indah.” kamu tiba-tiba sok puitis membicarakan bintang. Dia makin tertawa saja.

“Bagus kalau kamu sayang teman-temanmu.”

“Jadi itu yang kamu tanyakan?” kamu hampir beranjak.

“Hahaha..Bukan pula.” dia tertawa lagi. Kamu terlihat kesal dengan ekspresi itu. Continue reading “cerpen: RAGU #1”