Uncategorized

Selarik Cahaya Bulan untuk Langit

Apa yang terjadi?

Mengapa engkau tampak begitu resah, langit?

Adakah yang mengusik tarian awanmu?

Ataukah berbagai ujian membuatmu merasa berat?

Ah, engkau, kutahu engkau selalu kuat

dalam diam, walaupun hujan mungkin akan kau turunkan

ah, aku selalu ingin di sampingmu

mendengarkan keluh setiap mendungmu

menjadi cahaya atas tarian awan hitammu

tapi haruskah aku menyinari

sementara malam belum waktunya datang

wahai langit,

tetaplah membentang biru

izinkan aku mengumpulkan cahaya menanti malam

dan izinkan pula aku berguru pada mentari di siangmu

aku ingin mencahayai gelapmu dengan sempurna

tetaplah membentang biru

karena bulan ingin selalu setia untuk malam

Pojok Biru 2,

23 Januari 2012

10.35

Uncategorized

Aku, Kamu, dan Sebait Masa Depan

Kalau kamu mengerti

ada sejuta pikir yang kudiamkan

kubiarkan dalam baris-baris pertanyaanku pada waktu

aku bertanya

juga merajut sebanyak mungkin harapan

juga meniadakan takut yang terus mengumpat di celah bulir mimpi

kalau kamu mengerti

terlalu banyak kenangan terbangun

terlalu banyak rindu-rindu mengendap

hingga sebait masa depan memaksa untuk kuintip

hingga selarik kenangan kutulis untuk sebuah masa depan aku

masa depan kamu

masa depan kita

kalau kamu mengerti

ada kamu di setiap kenangan, cerita, dan sebait masa depan

sesosok ciptaan Tuhan yang dikenal hatiku

ada kamu dalam sepilin doa

ada kamu yang tidak kutahui bagaimana

ada kamu yang tidak kutahui mengapa

jadi, biarkan kamu

biarkan aku

biarkan kita

biarkan masa depan berpelukan dengan semua kenangan

semoga saja.

semoga saja. Karena tetap..

Tetap Tangan Tuhan yang menuliskan kisah

aku, kamu, dan masa depan

 

Bandung,

23 Januari 2012

01.11 WIB