Cerita dan Celoteh

Journey Part II: Dari Blok M Hingga Jepang

Pukul 07.53 WIB

Kami sampai di auditorim RRI, Jalan Merdeka Barat

Panitia Konferensi Nasional Meet The Leaders masih mempersiapkan segala sesuatu, karena registrasi memang belum dimulai. Kami asyik saja berfoto ria. Makin lama, makin ramai, karena pasukan kami bertambah. Mulai dari Rizka Siam Pratiwi, Lusinemo dan kakaknya, Madarina, dan Kak Vanda. Sayang sekali, Riska Pratiwi batal ikut karena sesuatu hal.

Pukul 9.00 kami memasuki ruangan dan mengikuti acara hingga selesai. Acara cukup seru dipenuhi beberapa tokoh, seperti Anies Baswedan, Joko Widodo, Dik Doank, Marshanda, dan masih banyak lagi. (Detil acara akan saya ceritakan di tulisan sendiri yaa).

Usai acara, kegalauan itu dimulai. Lely dan Kak Vanda ke tempat saudara, Kak Puput dijemput Abi dan Bunda pulang lagi ke Bogor, saya dan Fai? Ah, bukannya Fai mau ikut saya ke rumah saudara saya di Blok M? Tapi kenapa jadi saya yang galau? Hhhhh.. Itu kan hari pertama saya hilang di kota metropolis macam Jakarta. Aneh, ada perasaan aneh. Apalagi orang-orang mengkhawatirkan. Tapi kegalauan itu pun selesai. Senja itu, di bawah langit Jakarta, kami berpisah menuju tujuan masing-masing.

Setelah lelah berdiri di bus transjakarta dan berjalan mencari alamat saudara saya di Blok M (dan saya agak lupa), alhamdulillah kami sampai juga. Kelelahan itu sedikit terobati ketika ada seorang bayi berusia tiga bulan dengan pipi tembemnya menyambut kedatangan kami. Itu anak pertamanya Mbak Rikha, saudaraku, yang sekarang usianya sekitar 26 tahunan.

Selama di sana, kami bercerita banyak. Jadi jangan heran, jika sepulang dari sana, saya jadi menambah list impian saya πŸ˜€ Continue reading “Journey Part II: Dari Blok M Hingga Jepang”

Cerita dan Celoteh

Sebuah Cerita Tentang Roti Unyil dan Kota Impian

Kota ini kota impianku. Kota yang kuharapkan menjadi tempat berlabuhnya mimpi-mimpiku. Kota ini sungguh kota impianku. Dan hari ini aku sampai di sini. Aku berpijak di kota impian.

Β 

Bogor, 27 Januari 2012

Stasiun Bojonggede

21.03 WIB

Β 

Kutuliskan cerita ini sebagai bingkisan untuk anak-anak kita kelak bahwa kita pernah bersama..

Kutintakan pena tentang goresan perjalanan ini agar kita bisa membaca setiap hikmah yang ditorehkannya..

πŸ™‚

Β 

——————————————————————————————————————–

Lima wajah perempuan yang baru saja turun dari kereta nampak lusuh. Aku satu di antaranya. Namun, di balik wajah lusuh itu, ada semangat yang memancar. Ada rona bahagia. Bayangan roti unyil menari di kepalaku.

Perjalanan menuju kota impian ini memang cukup amazing. Berawal dari adanya informasi tentang sebuah konferensi nasional yang akan berlangsung di Jakarta Pusat, kami kemudian memutar ide. Yap, muncullah ide untuk berpetualang terlebih dahulu di Bogor, sambil menjemput Ayin ceritanya (Tidak, ini ide gila Himsa!). Dan tentu saja, untuk memuaskan rasa penasaran tentang oleh-oleh yang sangat terkenal dari Bogor, ROTI UNYIL. Sayang sekali, roti itu belum mau kita dapatkan. 😦 Continue reading “Sebuah Cerita Tentang Roti Unyil dan Kota Impian”