Uncategorized

-sedang merindu-

-sedang merindu-

Terkadang, merindu itu memaksa kita berkata tidak padahal iya, tetapi kita bisa merasakan ‘iya’ yang terkata dengan ‘tidak’ itu.

Itulah merindu. Rasanya tetap terasa walaupun berada dalam deskripsi yang terbalik. Walaupun dalam pengakuan yang kadang tak mau terkata. Merindu itu tetap merindu. Kau pasti akan tetap merasakan rindu itu.
Maka biarkan saja begitu. Mengalir. Tak perlu pengakuan. Tak perlu jawaban yang sama. Karena jika rindu itu tulus, tanpa kata sekalipun, kau akan tetap mengerti.
Untuk yang sedang merindu, Tuhan sungguh tidak pernah tidur. Merindulah kepada-Nya, pasti rindumu kepada makhluk-Nya akan tersampaikan dengan sangat indah. 🙂

-azaleav-

Pojok Biru 2,
5 Maret 2012
17.47 WHH