Cerita dan Celoteh

Telah Lahir Anak Saya Bernama…

“Karyamu itu anakmu. Ketika kamu menelurkan sebuah karya artinya kamu sedang melahirkan seorang anak. Rawat karyamu baik-baik. Dan teruslah berkarya.”

Saya jadi ingat, salah satu guru Bahasa Indonesia saya sewaktu SMP pernah mengatakan demikian. Kurang lebih begitu yang beliau katakan saat itu. Tentu saja kalimat di atas tidak persis, saya belum punya inisiatif untuk merekam di hp waktu SMP (belum punya hape yang bisa ngrekam lebih tepatnya). Hehe. Tapi otak saya merekam, sampai sekarang.

Namanya Pak Haryono, seorang guru yang setahun mengajarku di kelas dan hampir tiga tahun membimbing di tim redaksi majalah sekolah “Eksis” serta buletin “INFO 3”. Dulu, ketika beliau mengatakannya, saya cuma manggut-manggut saja. Sekarang, saya merasakan susahnya melahirkan seorang ‘anak‘ tersebut. Ya, analogi anak dan karya itu rasanya tepat sekali setelah saya mengalami cerita ini. Continue reading “Telah Lahir Anak Saya Bernama…”

GAMUS, IMSS 2012

Membicarakan Mas Gagah Bersama Bunda Helvy (H #3 IMSS)

Dari rumah cantik Annisa, aku berpindah ke aula barat ITB. Masih di hari yang sama, 17 Juli 2012. Siapa yang menyangka? Baru seminggu yang lalu, aku menemukan web Bunda helvy dan jatuh cinta seketika dengan karya-karyanya. Aku memang mengetahui beliau sudah sejak lama, tapi baru lima hari yang lalu aku membaca cerpen-cerpen beliau, selain “Ketika Mas Gagah Pergi” tentunya. Dan hari ini, Allah memberiku kesempatan untuk duduk di kursi paling depan, mendengarkan beliau bercerita tentang karya-karya beliau.

Talkshow tentang Mas Gagah bersama Bunda Helvy di Aula Barat ITB

Talkshow bedah buku bertajuk “Ketika Mas Gagah Pergi dan Kembali dan Upaya Pembentukan Karakter Pemuda melalui Sastra” ini dimulai sekitar pukul 10.00 WIB dan dibuka dengan video testimoni tentang buku “Ketika Mas Gagah Pergi dan Kembali”. Continue reading “Membicarakan Mas Gagah Bersama Bunda Helvy (H #3 IMSS)”

Cerita dan Celoteh

Blog Walking

Membaca adalah salah satu jurus ampuh untuk meningkatkan energi menulis.

Hari ini saya melakukan blog walking. Membaca blog teman-teman. Membaca tulisan-tulisan mereka. Kadang tertawa sendiri, kadang juga merenung. Ya, melalui tulisan mereka, saya bisa melihat mereka dari sisi yang berbeda. Dan itu sungguh menyenangkan.

Menulis memang sesuatu yang sangat unik ya. Terkadang seseorang hanya ingin menulis, melepaskan logika dalam akalnya, menyampaikan rasa dalam hatinya. Kadang tidak peduli akan sebuah makna. Tapi tanpa mereka sadar, saat itulah justru para pembaca mendapat makna dari apa yang mereka tuliskan. Entah makna yang seperti apa. Aku selalu menyebutnya, undefinedthings. Sungguh, menulis seperti itu sangat menyenangkan.

Kalau boleh mengkopi tulisan salah seorang teman dalam blognya, ia menulis seperti ini:

“Merasa lepas saat menulis, tak berpikir logika ini menolak atau menerima. Langkahkan jari diatas tuts2 hitam dengan label putih. Layar pun terisi dengan bongkahan bongkahan huruf yang tak bermakna. Entah menyampaikan pesan atau tidak, tapi inilah rasanya lepas. Tak perlu banyak pertimbangan. Just go ahead, hidup ini pun terasa lebih ringan.” cahmaths.wordpress.com

Ahaa, terima kasih, Kawan. Tulisanmu itu mengingatkanku untuk terus menulis selepas mungkin, apapun isinya, tak perlu banyak pertimbangan. Benar pula kata Bang Tere. Tuliskan saja, karena siapa tahu, di ujung sana, atau di belahan sana, ada seseorang yang bangkit dari sedihnya karena membaca tulisan kita. Tuliskan saja, walaupun bagimu itu tidak penting, sungguh sangat mungkin akan ada seseorang yang tersenyum ketika membaca kalimat demi kalimat yang kita tulis. Tuliskan saja. Tak usah pedulikan jumlah pengunjung, pembaca, like, komentar, dan teman-temannya. Tuliskan saja. Just go ahead..

Tetangga Langit,

7 Februari 2012

7.59 WHH (Waktu Hape Himsa)