Uncategorized

Mengapa Berita Bagus Masanya Sebentar, Berita Buruk Jadi Headline Lama? Ada Apa dengan Media Indonesia?

Semalam nonton adek kelas saya yang hebat di salah satu acara talkshow di stasiun televisi. Dia hebat menurut saya, karena sudah takbanyak orang yang menepati janji di negeri ini, apalagi janji pada diri sendiri, yang logikanya bisa dilanggar kapan saja. Bersepeda dari Pati hingga Depok dengan jarak lebih dari 500 km bukanlah hal yang mudah. Tapi lihatlah, meskipun wajahnya menghitam, ia masih tampak begitu bersemangat dalam wawancara tak lebih dari 3 menit itu.

Ini berita hebat bukan? Bagi saya ini berita hebat sekali, ini berita bagus. Karena di antara ratusan orang-orang yang berjanji di depan rakyatnya, yang tidak kita ketahui apa kabar sekarang janjinya, masih ada satu pemuda Indonesia yang berjuang menunaikan janjinya. Bukan janji besar kepada rakyat. Hanya janji pada dirinya sendiri yang ia sebut nazar. Harusnya berita ini bisa mengalahkan Rakornas yang entahlah mungkin rakyat juga sudah bosan menginterpretasikan maknanya. Harusnya ini semangat baru bahwa masih ada generasi yang masih setia pada janji.

Tapi mengapa? Mengapa hanya 3 menit? Continue reading “Mengapa Berita Bagus Masanya Sebentar, Berita Buruk Jadi Headline Lama? Ada Apa dengan Media Indonesia?”