Cerita dan Celoteh, Cerita Fiksi

Ada dalam Tiada

Sudah tidak ada yang kusimpan lagi. Waktu sudah terlanjur membuka semuanya. Kamu mengetahui dan aku mengetahui. Hanya sekedar itu. Tahu dan itu dulu, sekitar 2 tahun lalu. Aku kadang berpikir apakah pengetahuanku yang dulu kini sudah harus berubah? Apakah aku sekarang masih harus berkata tahu dalam ketidaktahuanku? Kadang aku mempertanyakannya pada diriku sendiri. Kehidupan yang sudah berbeda, komunikasi yang sangat seperlunya, dan tentu saja kerangka berpikir dan pengalaman yang sudah tidak sama lagi. Tapi masih pantaskah aku mempertanyakannya jika dari awal aku sudah berniat memasrahkan semua kepada kehendak Ilahi Rabbi? Aku sering tidak mengerti apa mauku. Continue reading “Ada dalam Tiada”