Uncategorized

“Kamu itu Biru! Walaupun tanpaku”

image

“Kalau awan di utara masih cerah, berarak di antara birunya langit, itu tandanya kamu masih kuat. Kamu masih biru sebiru langit itu. Kalau awan di utara menghitam, bahkan gerimis, itu berarti kamu diminta langit untuk bersabar, sampai biru datang lagi. Kamu boleh menangis seperti rintik hujan itu. Tapi kamu tidak boleh berhenti. Karena biru pasti akan datang lagi, sebiru kamu.” katamu padaku, tanpa sedikit pun tersenyum. Apalagi tersenyum, menoleh kepadaku pun tidak.

Continue reading ““Kamu itu Biru! Walaupun tanpaku””