perempuan

Berbagi Cerita dan Foto #jilbabkuitu , Dapatkan Gamis Cantiks dan Sepaket Alat Kecantikan+Jilbab! Free!

Assalamualaikum Ukhti, Pasti kalian punya cerita yang tak terlupakan dan inspiratif tentang jilbabmu kan? Jangan simpan cerita itu sendiri, berbagilah dan tebar inspirasi dengan saudarimu. Nah, Kemuslimahan Gamus IM Telkom sedang mengadakan kuis loh tentang #jilbabkuitu , hadiahnya seru. Bagaimana caranya? Yuk baca poin-poin di bawah ini:
1. Siapkan cerita atau foto termenarik yang kamu punya tentang pengalamanmu dan jilbabmu.
2. Bagikan cerita itu di twitter dengan hashtag #jilbabkuitu dan mention @gamusimtelkom . Cerita boleh berbentuk kultwit, panjang cerita tidak dibatasi. Follow juga ya @gamusimtelkom , insyaAllah banyak update inspiratif dari sana ^^
3. Untuk lomba foto, silahkan join di FB: Kemuslimahan Gamus IM Telkom . Upload foto-foto seru tentang jilbabmu bersama muslimah kesayanganmu (boleh ibu, kakak, sahabat, siapapun) di sana. Beri deskripsi minimal 1 kalimat tentang foto itu.
4. Lomba dimulai dari tanggal 11-14 Februari 2013 dan diumumkan pada tanggal 15 Februari 2013 melalui akun @gamusimtelkom atau FB Gamus Imtelkom
5. Lomba terbuka untuk semua muslimah di manapun berada.
6. Ada satu buah gamis dari @GamisCantiks untuk cerita termenarik. Koleksi gamisnya bisa dilihat di gamiscantiks.com atau like dan lirik galeri fanpage FB: Gamis Cantiks Aluna . Pemenang boleh memilih gamis sesuai keinginan (kategori gamis Aluna Simpel/ Ciks).
7. Ada satu paket alat kecantikan dan sebuah jilbab untuk foto termenarik dan hadiah menarik untuk foto dengan like terbanyak.
8. Pemenang akan dihubungi oleh panitia. Hadiah bisa diambil di sekretariat Gamus IM Telkom, Gedung B Institut Manajemen Telkom, Jalan Telekomunikasi, No. 1, Dayeuh Kolot, Bandung. Jika pemenang dari luar kota, hadiah bisa dikirim dengan syarat ongkos kirim ditanggung pemenang.
9. Tunggu apalagi? Siapkan ceritamu dan sebarkan informasi ini sebanyak-banyaknya 😀 Untuk informasi lebih lanjut silahkan mention @gamusimtelkom atau sms/ whatsapp Himsa 0857 2680 0487 .
10. Keep istiqamah, Muslimah!

PS: Pengurus Gamus boleh ikut, tapi jajaran pengurus inti sampai kadiv jangan harap jadi pemenang yah 😀

GAMUS, perempuan

Happy International Hijab Solidarity Day: Hijabku Menghijabi Hatiku

karena hijabmu sempurnakan cantikmu 🙂

“Percuma dia pakai jilbab, kalau kelakuan masih saja begitu.” Saya menjadi orang yang paling tidak setuju dengan kalimat itu. Walaupun kalimat itu juga bisa menjadi cambuk pengingat, tapi lebih banyak yang menjadikannya alasan bahwa berjilbab tidak menjamin seseorang untuk menjadi baik, sehingga menganggap bahwa berjilbab itu tak perlu. Ya, jilbab memang bukan jaminan untuk seorang manusia menjadi sempurna, tapi bukankah jilbab itu kewajiban? Bukankah perempuan memang harus menutup auratnya terlebih dahulu sebelum amalan-amalan lain dilakukan? Mengapa dikatakan percuma? Apakah dengan tidak berjilbab juga menjamin bahwa mereka bisa menjadi lebih baik bahkan sempurna? Tidak juga kan? Kalau sama-sama tidak ada jaminan, mengapa kita tidak berhijab saja yang jelas-jelas sudah kewajiban? Hehe. Maka, jangan khawatir Ukhti, berhijab saja, dan biarkan secara perlahan hijab fisik kita yang menghijabi hati kita. 🙂 Dengan berjilbab, mungkin kita memang belum bisa menjadi yang terbaik, tapi insyaAllah dengan itu kita sudah mengupayakan sebuah kebaikan bukan? Hijab sebenarnya bisa jadi motivasi terbaik kita untuk menjadi lebih baik.

Sebagaimana perintah Allah dalam QS. Al-Ahzab ayat 59, Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnyake seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.Ayat ini sudah cukup jelas untuk menjelaskan bahwa berjilbab itu bukan pilihan tapi kewajiban. 🙂

Ada banyak cerita di balik jilbab seorang muslimah. Ada yang mengawali jilbabnya karena terpaksa, ada pula yang harus berjuang untuk mempertahankan jilbabnya. Cerita-cerita itu setidaknya melatarbelakangi adanya “International Hijab Solidarity Day” yang diperingati pada tanggal 4 September. Mengapa 4 September? Continue reading “Happy International Hijab Solidarity Day: Hijabku Menghijabi Hatiku”