Uncategorized

Ayin, Hanami, dan Ultraman Jepang

Kichijoji Tokyu Inn
Taman Inokashira (Kota Musashino)
5 April 201#

Ayin bahagia sekali pagi ini. Kalau biasanya yang dihirup ketika bangun tidur adalah udara Bogor, pagi ini Ia menghirup udara pagi sebuah kota yang baru pertama kali dijamahnya. Bukan di Indonesia, tapi di Jepang. Ia berada di daerah Tokyo sekarang. Bagaimana ia tidak bahagia? Ia berada di negara Ultraman, robot yang sangat disayanginya itu. Bahkan, ia bangun lebih pagi dari mama dan abinya. Lihatlah, si kecil berusia 3,5 tahun itu sudah menggeliat dan membangunkan mama dan abinya. Ia tidak sabar menikmati musim semi di negeri matahari terbit itu. (Walaupun sebenarnya Ayin juga belum tahu sih apa itu musim semi :p )
“Abiiii, banguuun. Abiiiiii.” Continue reading “Ayin, Hanami, dan Ultraman Jepang”

Cerita dan Celoteh

Journey Part II: Dari Blok M Hingga Jepang

Pukul 07.53 WIB

Kami sampai di auditorim RRI, Jalan Merdeka Barat

Panitia Konferensi Nasional Meet The Leaders masih mempersiapkan segala sesuatu, karena registrasi memang belum dimulai. Kami asyik saja berfoto ria. Makin lama, makin ramai, karena pasukan kami bertambah. Mulai dari Rizka Siam Pratiwi, Lusinemo dan kakaknya, Madarina, dan Kak Vanda. Sayang sekali, Riska Pratiwi batal ikut karena sesuatu hal.

Pukul 9.00 kami memasuki ruangan dan mengikuti acara hingga selesai. Acara cukup seru dipenuhi beberapa tokoh, seperti Anies Baswedan, Joko Widodo, Dik Doank, Marshanda, dan masih banyak lagi. (Detil acara akan saya ceritakan di tulisan sendiri yaa).

Usai acara, kegalauan itu dimulai. Lely dan Kak Vanda ke tempat saudara, Kak Puput dijemput Abi dan Bunda pulang lagi ke Bogor, saya dan Fai? Ah, bukannya Fai mau ikut saya ke rumah saudara saya di Blok M? Tapi kenapa jadi saya yang galau? Hhhhh.. Itu kan hari pertama saya hilang di kota metropolis macam Jakarta. Aneh, ada perasaan aneh. Apalagi orang-orang mengkhawatirkan. Tapi kegalauan itu pun selesai. Senja itu, di bawah langit Jakarta, kami berpisah menuju tujuan masing-masing.

Setelah lelah berdiri di bus transjakarta dan berjalan mencari alamat saudara saya di Blok M (dan saya agak lupa), alhamdulillah kami sampai juga. Kelelahan itu sedikit terobati ketika ada seorang bayi berusia tiga bulan dengan pipi tembemnya menyambut kedatangan kami. Itu anak pertamanya Mbak Rikha, saudaraku, yang sekarang usianya sekitar 26 tahunan.

Selama di sana, kami bercerita banyak. Jadi jangan heran, jika sepulang dari sana, saya jadi menambah list impian saya 😀 Continue reading “Journey Part II: Dari Blok M Hingga Jepang”