Uncategorized

Puisi Balasan- Jika Hujan itu Masih Miliknya

Baru pertama kali aku memperoleh puisi balasan, tanpa kuminta. Ia menebak-nebak makna puisi “Hujan” yang sebenarnya terangkai begitu saja dari tuts-tuts hitamku. Ya, dia benar, setiap kata menyimpan makna, begitupun hujan sore itu yang kutulis. Tak pernah kusangka dia benar-benar mencari dan menyelami maknanya, berkali-kali bertanya padaku benar demikian atau tidak, berkali-kali kukatakan “bukan begitu”. Lalu terakhir saat aku mengatakan “iya benar” , melalui ruang maya bernama whatsapp, dia memberikan sebuah link. Puisi balasan darinya. “Spesial buat kamu, Himsa.” katanya. Aku tahu ini bentuk sayangnya untukku. :’)

 

Jika Hujan itu Masih Miliknya

  Continue reading “Puisi Balasan- Jika Hujan itu Masih Miliknya”