Turkey Story

Turkey Story #2 (Lost in Istanbul)

himsa dan haning. keluar dari metro bus. di salah satu public spot.
keluar dari metro bus. di salah satu public spot.

Ataturk International Airport, 23 Oktober 2013

Setelah lima jam menempuh perjalanan dari Qatar menuju Istanbul, akhirnya kami mendarat di Ataturk International Airport sekitar pukul 13.00 waktu setempat. Daaan petualangan pun dimulai. Kami tidak bisa terkoneksi dengan jaringan internet. Wifi bandara menggunakan password sementara kami bingung harus bertanya pada siapa. Para pegawai ternyata jarang yang menggunakan bahasa Inggris. Kami sempat bingung bagaimana cara menghubungi panitia. Untungnya, sejak awal kami sudah menghubungi panitia acara perihal kedatangan kami.

Ternyata tidak susah menemukan wajah Indonesia di antara kerumunan orang berwajah khas Eropa, hehe. Khas banget. Tantangan pertama terlampaui, kami pun bertemu dengan para panitia acara DEYS yang merupakan bagian dari PPI (Persatuan Pelajar Indonesia) di Istanbul. Tantangan selanjutnya adalah kami datang terlampau cepat karena memang dapat tiket tanggal 22 padahal rencana tanggal 23. Sementara akomodasi penginapan baru ada mulai tanggal 25 Oktober 2013. But don’t worry to be lost in other country, because every Indonesian is our brother and sister. Begitulah, dalam sekejap, teman-teman Indonesia di Istanbul menjadi saudara kami. Kami pun segera dicarikan tempat tinggal.

Kami berempat tinggal terpisah. Kak Sukma tinggal di rumah Kak Shanda yang merupakan adik kelasnya ketika SMA sementara saya dan Haning tinggal di rumah Farras, di daerah Fatih University, di ujung Istanbul. Dan Anpio, mudah saja, ia ikut bersama Rocky, panitia yang menjemput kami. Setelah menghubungi sana-sini dan mendapatkan tempat tinggal untuk dua hari pertama, kami segera meninggalkan bandara, melaju menggunakan metro bawah tanah, transportasi umum pertama yang kami gunakan setibanya di Istanbul. Continue reading “Turkey Story #2 (Lost in Istanbul)”