Cerita Fiksi

Presipitasi #4

“Selesai.” kataku sambil menutup bolpoin, lalu menyerahkan beberapa lembar kertas laporanmu.

Kamu meraih kertas-kertas itu tapi tidak memasukkannya ke dalam tas. Kamu meletakkan begitu saja kertas-kertas itu di sampingmu. Aku sudah tak peduli, aku ingin segera menjauh darimu saat itu.

“Kamu mau ke mana?” cegahmu saat aku berdiri.

“Mau rapat redaksi, anak-anak sepertinya sudah menunggu.” jawabku mencoba sesantai mungkin.

“Bukankah masih lima belas menit lagi? Duduklah sebentar, aku belum selesai cerita.” katamu sambil membenarkan kacamata.

“Hfff..” kutarik nafasku pelan, lalu duduk, menurutimu. “Kamu sebenarnya mau cerita apa sih? Bukannya kamu tadi bilang sayang sama Bintan? Terus apa masalahnya? Aku tahu Bintan lebih dari sekadar sayang sama kamu. Jadi, tak usahlah khawatir kamu akan kehilang..”
Continue reading “Presipitasi #4”