Uncategorized

Berhenti Merokok Karena Mimpi

image

Ayah saya dulunya perokok berat. Bahkan sering berselisih dengan saya. “Abah, kalau ngerokok di luar!” Lalu saya menutup pintu, membiarkan Abah merokok di luar. Saya memang selalu berbeda pendapat soal ini dengan Abah. Saya, orang yang cukup anti dengan rokok, bukan membenci orangnya, tapi saya benci rokoknya, apalagi asapnya. Sedangkan Abah saya, mana bisa menjauh dari rokok.
Saking bencinya saya dengan rokok, saya sering digoda Abah, “Nanti dapat suami perokok lho. Nggak boleh benci-benci banget.” Kalau sudah begitu, saya pasti bilang, “Oh tidak bisa. Syarat pertama menjadi istri Novi Ahimsa Rosikha adalah tidak boleh merokok. Segimanapun dia, kalau ngerokok, ya saya tolak. Daripada seumur hidup harus pengap sama asap rokok.” Abah lalu tertawa mendengarnya.
Ya, begitulah perbedaan dalam keluarga kami, Ibu dan adik-adik yang sependapat dengan saya, dan Abah berbeda sendiri. Maka, saya sangat kaget ketika sampai rumah kemarin, Ibu mengatakan bahwa Abah sudah tidak merokok sama sekali. “Kok bisa???”

Continue reading “Berhenti Merokok Karena Mimpi”