Prosa dan Puisi

Mengenalmu

imageKamu dan aku adalah dua manusia asing yang lalu dipertemukan dengan keyakinan yang menghujam. Bahwa kamulah yang ridlonya kelak akan mengantarku ke surga. Bahwa akulah awak kapal yang akan kaunahkodai dalam samudera hidupmu. Begitu saja.

Kamu dan aku adalah dua manusia asing yang dipertemukan dengan keyakinan yang entah begitu saja. Cinta? Entah pula. Bagaimanalah. Jika cinta adalah mengenal, maka sekali lagi, kita adalah dua manusia asing.

Continue reading “Mengenalmu”

GAMUS

#GamusStory Mewarna di Jogja

IYC 2013 - UNY

Tak ada kata yang paling tepat untuk mewakili setiap perjalanan ini selain “subhanallah”. Akan ada banyak terima kasih di balik tawa ceria yang terlukis pada foto di atas. Barangkali benar, sejatinya kebetulan itu tak ada. Allah merangkai setiap frame kehidupan untuk melengkapi frame lainnya.

Cerita berawal di sebuah malam yang penuh kegalauan. Sederhana saja, semua berawal dari pertanyaan galau: “Apa yang sudah aku lakukan selama kuliah?”. Setelah itu, daftar mimpi yang saat itu belum kurapikan di blog ini dan kutempel di dinding kamar, memanggilku pelan-pelan. Ada beberapa daftar yang menunggu untuk dicapai. Kalau sudah seperti itu, aku biasanya melamun sebentar sambil browsing artikel atau kepo timeline apa aja, hehe. Saat itulah, di sebuah ruang tumblr, bertemulah Himsa dengan informasi itu: ada Call for Paper bertema Integrasi Nilai-Nilai Islam melalui Pendidikan. Tema yang tepat untuk mewujudkan mimpi kecil—yang bahkan belum sempat tertulis: mewarna bersama tim Kemuslimahan Gamus IM Telkom, berdakwah dengan prestasi.

Perjalanan ini pun dimulai. Bersama Haning dan Nadya, kami ikhtiar dengan bismillah, juga sedikit nekat karena sebenarnya dateline tidak lebih dari 14 hari tersisa. Kalau merenungi lagi kisahnya, kami selalu bilang: “Ya Rabb, Alhamdulillah Engkau mudahkan semua prosesnya”. Hari pertama berkumpul di perpustakaan, kami bertemu dengan Bu Eka. Kami menghadap beliau dan memohon beliau untuk menjadi pembimbing kami, namun rupanya saat itu beliau sibuk, “Gini aja, untuk tema paper kalian, saya punya teman yang bisa membimbing kalian, namanya Bu Yuda. Ada nomornya?” Kami lalu menghubungi Bu Yuda, kebetulan Bu Yuda juga merupakan salah satu pengisi rutin Keputrian tiap hari Jumat. Namun sayang, tidak diangkat. Tak berapa lama, beliau malah menelepon balik, memberikan dukungan dan semangat serta kesediaan untuk membimbing.

“Nggak apa, Dek, dateline udah dekat juga tak apa, dicoba dulu saja. Niatkan dakwah karena Allah. Minimal kalian mencoba dan belajar,” kata Bu Yuda, membuat kami semakin semangat.

“Tapi kita belum bisa ketemu, saudara saya sakit di Garut, jadi mesti ke Garut dulu, nanti by email saja yah,” lanjut beliau. Tak masalah buat kami, beliau bersedia pun kami sangat bahagia.

Kami pun semakin semangat, beberapa judul kami rumuskan, dan kami sepakat untuk mengambil tema khusus tentang youth community yang terintegrasi nilai Islam. Awalnya, kami akan mengangkat Ngabrink Community, salah satu komunitas positif Bandung yang menurut kami berbeda karena terselip nilai Islam yang ditanamkan di anggotanya. Seminggu berlalu, founder komunitas tersebut sulit dihubungi. Dateline makin dekat. Kami hampir menyerah. Continue reading “#GamusStory Mewarna di Jogja”