Cerita dan Celoteh, Cerita Fiksi

Lewat Seduhan Alfabet

 Kadang, kita harus menyadari, bahwa kita hanya diizinkan mengenal melalui alfabet.

sumber: http://www.mybelcanto.com/

Ingin sekali aku memanggilmu. Sok kenal bahasa kerennya. Biarlah. Tapi sorot mata orang-orang di ruangan ini membuat nyaliku kembali menciut. Bukankah ruangan ini sama sekali asing bagiku? Orang-orangnya pun asing. Lihatlah, langit-langitnya yang khas dengan warna hitam dan putih ini begitu menakjubkan. Semenakjubkan pidatomu dalam menyambut kehadiran kami, peserta “Blogging Camp” yang diadakan oleh kampusmu.

“Saya bahagia kalian ada di sini. Saya begitu antusias untuk mengetahui bahwa ada 500 blogger yang akan tinggal tiga hari di kampus ini untuk saling berbagi. Ah, pasti setelah ini, huruf-huruf akan bercengkerama lagi dalam teras-teras indah blog kalian. Dan berbagilah tentang kenikmatan menyeduhnya sehingga menjadi secangkir karya yang menghangatkan banyak orang.”

Kamu masih saja puitis, bahkan dalam berpidato sekalipun.

Gemuruh tepuk tangan terdengar riuh. Hatiku juga berdebar riuh. Ingin aku memanggilmu, ada yang ingin kusampaikan.
Continue reading “Lewat Seduhan Alfabet”