30 Hari Ngeblog Ramadhan, Prosa dan Puisi

Untuk Aku Jika Sedang Kesal

Dear Aku, suatu hari kamu pasti pernah kesal. Entah pada seseorang atau keadaan yang seakan tak berpihak padamu. Kamu ingin marah, dadamu sesak. Ingin rasanya semuanya kamu salahkan.

Jika itu terjadi, duduklah sebentar. Tarik napasmu lebih dalam. Kamu boleh menulis semua kekesalanmu di selembar kertas kosong, lalu sobeklah sekuat tenaga. Lampiaskanlah semua amarah yang menyesakkan dadamu itu melalui goresan penamu.

Tapi wahai aku, maukah kuberi tahu dirimu sesuatu? Ini pengingat untukmu, diriku sendiri. Simak baik-baik ya.

Tidak ada satu pun kejadian menyebalkan yang menimpa kita, tanpa kita turut terlibat menyebabkan kejadian itu menjadi ada. Atau, kalau pun tidak, hikmah lainnya adalah, Allah punya rencana yang lebih baik untuk kita.⁣

Maka, tugas kita bukan mengumpat atas kejadian itu. Kesal boleh. Marah boleh. Itu manusiawi. Tapi janganlah berlebihan. Duduklah sebentar, atur napasmu, lampiaskanlah marahmu jika kau ingin, tapi jangan lupa berbicaralah padaku, dirimu sendiri.⁣

Apa yang sudah aku lakukan sehingga aku harus menerima hal menyebalkan ini? Jangan-jangan, sikap orang lain yang menurut kita menyebalkan itu, adalah juga sikap kita selama ini?⁣

Jangan-jangan, Allah sedang memberi cermin. Apakah kita mau berkaca atau tidak?⁣

Maka, selanjutnya, bukan tugas kita mengubah sikap orang yang menyebalkan itu. Tapi tugas besar kita adalah memperbaiki apa yang bisa kita perbaiki, yaitu diri sendiri.⁣

Apakah aku mendapat ini karena aku juga sering menunda? Maka perbaikilah.⁣

Apakah aku mendapat ini karena aku sering menggampangkan sesuatu? Maka perbaikilah.⁣

Apakah aku mendapat ini karena aku sering menyulitkan urusan orang lain? Maka perbaikilah.⁣

Dan hal lainnya.⁣ Bicaralah pada dirimu sendiri.

Apa yang membuat aku mendapat kejadian menyebalkan ini?⁣

Apa saja. Perbaikilah.⁣

Tapi jika kamu terus merasa menjadi korban, melihat diri sebagai sisi yang benar dan orang lain atau keadaan menyebalkan, pertanyaanmu itu hanya akan menjadi pertanyaan yang sulit kamu tahu jawabannya. Karena kamu masih terus merasa benar.⁣

⁣Dear, Aku. Semoga kamu selalu mengingat ini. Sungguh ini hanya pengingat buat diriku sendiri. Aku tahu kamu masih saja kesal berlebihan ketika dihadapkan dengan kejadian menyebalkan. Dan setelah bertanya pada diri sendiri, kamu tahu kesalahan dirimu sendiri ternyata jauh lebih banyak. 😖⁣

Medan, 9 Mei 2019

20.36

1 thought on “Untuk Aku Jika Sedang Kesal”

bagaimana menurutmu? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s