Cerita dan Celoteh, Prosa dan Puisi

Untuk Aku yang Sedang Menunggu

Dear Aku,

Kamu tahu? Dari sekian banyak jenis menunggu, yang paling menyakitkan adalah menunggu orang lain atau keadaan berubah. Itu menyakitkan. Karena kita berharap sendirian.⁣

Percayalah. Sekuat apapun kamu meminta, keadaan tidak akan berubah jika kamu tidak memulai menyesuaikan diri dengan keadaan tersebut. Menerima dulu. Seberapapun diri kamu berusaha menolak karena tidak tahan dengan rasa tidak enaknya. Terima dulu.⁣

Dalam proses itu, mungkin kamu akan tahu, bahwa ada hal di kehidupan kita yang akan terasa menjadi membahagiakan hanya ketika kita menerimanya. Terima dulu, barangkali Tuhan sedang menitipkan pesan lewat keadaan itu.⁣

Selebihnya, lakukan upaya yang bisa kamu lakukan. Jangan tunggu keadaan mengubah semuanya lebih baik. Kamu lah yang bergerak. Kamu lah yang memulai, meskipun jika nanti hasilnya tetap tak sesuai keinginanmu.⁣

Apakah itu mudah? Tidak. Kamu pasti akan terseok. Tapi terus menyalahkan keadaan juga tidak membuat semuanya membaik kan? Semakin gelap, iya.⁣

Setelah segala sakit yang kamu alami sekarang, nanti kamu akan tahu, bahwa lewat sakit ini lah, kamu bisa menemukan jalan yang lebih baik. Kamu bisa menuju doa yang telah lama kamu sebut di malammu. Nikmatilah. Jangan pergi. Jangan juga berpura-pura kuat.

Kamu boleh lelah. Kamu boleh berhenti, tapi sejenak saja. Kamu boleh menangis tentu saja. Menangislah. Katakanlah semua lelahmu. Walaupun tak perlu seisi dunia tahu, tapi kamu sendiri tahu segala amarah itu telah kamu keluarkan dari dirimu. Kamu jadikan sesuatu yang membuatmu menjadi kuat. Sebenar-benar kuat. Bukan mengaku kuat, tapi dadamu sesak oleh kesal.

Hai, kamu yang sedang lelah menunggu keadaan berubah. Ingatlah, bahwa selalu ada hal baik di balik ini semua.⁣

Hai, kamu yang sedang ingin menyerah. Jangan dulu. Mungkin saja selangkah lagi doamu terwujud.⁣

Hai, kamu, diriku sendiri. Mari bergerak saja. Bagaimana pun keadaan menahanmu.⁣

Kuberi tahu satu hal. Nanti, iya nanti. Ketika kamu benar-benar menerima semuanya, menyayangi dirimu sendiri, berbuat baik tanpa mengharap diakui orang lain, kamu akan merasakan bahwa keadaan dan sekitarmu seolah berpihak semua padamu. Tapi untuk menuju itu, tentu saja ada banyak hal tidak enak yang harus kamu lalui.

Maka, sekali lagi, teruslah bergerak dan belajar. Apalagi yang kamu tunggu? Sementara hidup terus berjalan.

Medan, 30 April 2019
00.18 WIB

5 thoughts on “Untuk Aku yang Sedang Menunggu”

  1. Kak aku perempuan umur 23 tahun. Aku lulus kuliah udah 7bulan yg lalu dan aku udah ngelamar kerja sanasini, tapi sampek tahap interview aja udah stop. Aku sedih kak gaada yg bisa aku pilih antara nikah dan kerja. Aku masih shock dari dunia kuliah ke duniah kerja yg ternyata sebegini “kejam” nya. Aku anak tunggal kak dan orangtuaku sangat bergantung sama aku makanya ibuku udah ngasih pilihan “kalo kamu udah nyari kerja dan gaada yg nyantol, kamu nikah dulu gpp” dan aku sedih kak sebab aku udah 4tahun sendiri, setiap deket sama cowok ga sampek tahap jadian dari situ aku lelah buat buka hati lagi, sampai pada akhirnya ibu mintak aku buat bisa sama cowok sekampungku, awalnya aku nolak tapi pada akhirnya aku mau mencoba tapi aku ngerasa cowok ini gasuka sama aku. Aku juga ngerasa rendah bgt kak ga pantes buat bisa berharap ke semua cowok garagara aku belum punya kerja. Disisi lain aku mau nikah sebab aku mau ngurangin beban orangtua kak. Aku harus gimana ? Btw salam kenal ya kak 🙂

    1. Salam kenal.. yg perlu diingat adalah pikiran kita yg harus diperluas. Sudut pandang kita diperluas. Kalau menikah alasannya karena tidak diterima kerja menurutku kurang tepat, karena kehidupan pernikahan itu seumur hidup. Justru sebaiknya malah segala masalah pribadi itu diselesaikan dulu sebelum lanjut kw jenjang pernikahan. Definisi kerja pun sangat luas. Masih bisa internetan harusnya masih buanyak sekali peluang kerja. Jd semangat!

  2. Salam kenal mba ahimsa, terima kasih krn tulisan2nya sangat menginspirasiku, menguatkanku, seperti berkaca pada diri sendiri. Btw pertama kali tau tulisannya dr IG trus berusaha bwt nyari2 buku tulisannya, allhamdulilah akhirnya bisa beli semua, tp mmg belum habis dibaca semua. Sehat selalu dan semoga keluarga mba selalu sehat & diberkahi oleh Allah SWT..aamiin

bagaimana menurutmu? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s