Cerita dan Celoteh

“Saya juga Manusia Biasa..”

Seberapa sering kita membuat pewajaran atau pemakluman dengan berkata “saya juga manusia biasa yang bisa salah.” atau “wajar kan kalau saya begitu? Saya juga manusia walaupun saya seorang bla bla bla.”
Tidak ada yang salah dengan pemakluman atau pewajaran. Lagi-lagi itu wajar saja. Tapi haruskah kita terus menerus merasa aman dengan pewajaran itu? Tanpa mau bergerak. Tanpa mau berdiri memecah dinding-dinding keterbatasan kita. Tanpa berpikir bagaimana menembus semua kelemahan kita dan menjadikannya kekuatan. Hanya diam. Seolah tembok “aku hanya manusia biasa” adalah benteng pertahanan hebat untuk kesalahan-kesalahan kita. Membuat kita toleran pada kesalahan itu tanpa upaya untuk bergerak lebih baik.
Bukan. Ini bukan tentang kita yang hanya manusia biasa. Tapi ini tentang kita yang memang harus berbuat luar biasa. Bukan untuk diri kita sendiri atau apalagi untuk sekadar menyenangkan orang lain. Kita memang harus berbuat luar biasa karena setidaknya kita ini khalifah yang ditunjuk Sang Kreator. Berhentilah menoleransi diri sendiri. Kita boleh saja salah asal belajar dan tak mengulanginya lagi.

Ruang move up
06.52
27 Sept 2013
Sebuah renungan dan pengingat untuk diri sendiri yang terlalu sering membuat berbagai pewajaran.
Terinspirasi oleh “Bukan Malaikat Rehat” Tasaro GK
Kita, manusia, memang tak kan pernah bisa sempurna, tapi kita, manusia, selalu punya kesempatan untuk menjadi lebih baik.

3 thoughts on ““Saya juga Manusia Biasa..””

bagaimana menurutmu? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s