Uncategorized

Apapun Galaunya, Al-Qur’an Obatnya

An-NurAda yang tetiba membuat hati berdesir, sakit atas rindu atau teringat kenangan menyakitkan. Sakit atas fitnah atau pengkhianatan tak terduga. Sakit atas himpitan kesulitan atau kemudahan yang melenakan. Sakit atas kehilangan yang tiba-tiba. Sakit atas terkaan-terkaan yang seakan-akan pasti terjadi, padahal belum tentu. Hati berdesir, resah. Melakukan apapun tetiba terasa berat. Maka, bersyukurlah, jika saat seperti itu kita rasakan, Allah lah tempat kembali. Dan Al-Qur’an lah sebaik-baik petunjuk.

Ya, Al-Qur’an juga Al-Furqan, Al-Huda, sekaligus Annur (cahaya) untuk hati yang diliputi gelap oleh berbagai kegalauan. Ya, Al-Qur’an. Kumpulan lembaran berisi huruf-huruf ajaib, langsung diturunkan kepada Sang Utusan Terakhir melalui Jibril. Kumpulan alphabet berbahasa Arab sarat makna dan bumbu seni yang teramat syahdu. Tidakkah bergetar mendengarnya?

Aku sendiri tertegun menyaksikan keajaiban demi keajaiban yang disuguhkan Al-Qur’an dalam hidupku. Bagiku, ia adalah teman terbaik, pengingat terbaik. Bagaimana tidak? Dulu sekali, sebelum aku memutuskan untuk memilih IM Telkom sebagai pilihan tempatku menuntut ilmu, melalui Al-Qur’an, Allah sudah menjawab kegalauan yang saat itu kurasakan melalui ayat-Nya.

“Dan Allah lebih mengetahui (daripada kamu) tentang musuh-musuhmu. Dan cukuplah Allah menjadi Pelindung (bagimu). Dan cukuplah Allah menjadi Penolong (bagimu).” QS. Annisa: 45.

Benar, Allah sungguh lebih mengetahui. Tiga tahun berjalan, aku tahu betul mengapa Allah menempatkanku di sini, dengan berbagai latar permasalahan yang kualami saat itu. Ayat itu muncul pertama kali saat aku menangis atas berbagai keadaan yang saat itu memaksaku harus memilih.

Bukan sekali saja. Berkali-kali. Beberapa bulan lalu, saat aku dihadapkan pada suatu kesedihan atas suatu kenyataan yang membias dari harapan, lagi-lagi, Al-Qur’an menjadi penyejuk untuk hati yang gundah. Firman-Nya yang menggetarkan hati justru memintaku untuk bersyukur karena kesedihan akan segera sirna, jika Allah menghendaki. Ayat di bawah ini mengingatkanku untuk memohon kepada Allah agar menghilangkan kesedihan yang saat itu terasa begitu menyesakkan dada.

“Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan duka cita dari kami. Sesungguhnya Tuhan kami benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.” QS. Fathir: 34

Bahkan, saat hati saya diliputi oleh kebencian pada orang-orang yang menyakitiku dan keluargaku, lagi-lagi Al-Qur’an menjadi sahabat terbaik yang mengingatkanku. Fa’fuu washfakhuu..

“…maka maafkanlah dan berlapang dadalah..” (QS. Al-Baqarah: 109)

Diam, kebencian itu perlahan memudar. Pelan aku menyadari, orang-orang seperti itu dikirim Allah dalam kehidupan kita supaya kita meningkatkan kapasitas diri kita, bukan malah membenci mereka. Tak ada kata terucap setelah peringatan Allah itu tiba-tiba tampak di penglihatanku, selain air mata memohon ampunan. Lagi-lagi, peringatan untuk berlapang dada itu benar adanya. Adanya sakit hati yang secara bersamaan berdatangan itu kini mulai membawa baki hikmah yang perlahan terbuka. Begitu banyak hal baik untuk diriku setelah itu. Sungguh, Allah Maha Pemberi Kejutan. Dan Al-Qur’an adalah sebaik-baik petunjuk.

Ah, tidak hanya itu, Kawan. Kubagi sebuah resep sederhana untuk melupakan apapun yang menurutmu menyakitkan atau menciptakan kegalauanmu. Sederhana saja. Hafalkan ayat-ayat suci itu. Ayat mana saja yang kausukai. Sedkit pun tak apa. Tapi aku yakin kalau kauresapi, kau pasti akan ketagihan. InsyaAllah, akan kautemukan keasyikan yang menenteramkan, yang membuatmu lupa bagaimana rasanya sakit hati. (ini nasihat seorang sahabat Gamus yang baru kuterapkan  beberapa hari terakhir, dan ternyata benar adanya).

Rabbi, terima kasih telah Kau turunkan Penyejuk itu. Muhammad, terima kasih telah kau sampaikan risalah indah ini. Jibril, terima kasih, telah menjadi penyampai wahyu kepada Nabi kami.

Pojok Biru 3,

18 April 2013

22.34 Waktu Bagian Tenang

bagaimana menurutmu? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s