Uncategorized

Punya Penyakit Geje? Mungkin Bisa Coba Tips Ini..

Saya sering punya sakit aneh, namanya tidak tahu. Dokter pun bahkan tidak tahu. Gejalanya macam-macam, mulai dari mendadak sakit kepala, mual, badan panas dingin, susah bangun, dan mata sakit. Pernah suatu ketika, saking sakitnya kepala, saya cuma bisa tiduran, kalau dipaksa ngapa-ngapain yang ada ngawur. Efeknya, biasanya batuk-batuk terus, radang tenggorokan, terus kena suara dewi persik (baca: suara serak banjir). Setahun lalu, gara-gara sakit seperti itu, saya disuruh cek lab. Menurut prediksi dokter, saya sakit typus. Eh pas dicek, saya dinyatakan tidak punya penyakit apa-apa. Tapi kepala saya sakit bukan main. Akhirnya saya disuruh bed rest beberapa hari.

Sekarang, saya sudah tahu apa penyakit saya, walaupun nggak tahu namanya. Mungkin, di dunia psikologis ada namanya. Saya sakit seperti itu ketika mengerjakan banyak sekali pekerjaan dalam satu waktu dikombinasikan dengan banyak pikiran ditambah akumulasi sakit hati. Ah ya, penyebabnya juga bisa jadi kelamaan pacaran sama laptop (dari bangun tidur, sampai ketiduran, masih di depan laptop). Beberapa kali mengalami sakit semacam itu, saya akhirnya menyimpulkan terapinya. Mungkin, ada juga yang mengalami seperti itu? Ini obatnya, versi saya (*pasang muka psikolog).

main jaring-jaringan ikan
main jaring-jaringan ikan

  1. Kalau udah kumat kayak gitu, saya tidak akan nyentuh laptop. Kalau perlu, saya sembunyikan dia di tas dan tasnya juga saya sembunyikan. Nggak usah lama-lama, biasanya semalam cukup. Kalau perlu, hape bahkan nonaktif atau saya sembunyikan. Walaupun kadang-kadang bandel sih, masih ngerjain apa-apa, kalau udah gitu, Mak Lely akan kasih khotbah Jumat, bahkan dia pernah sampai bilang ke semua panitia di suatu kepanitiaan yang saya ikuti, “nggak boleh sms Himsa dulu.”. Haha. Intinya, kosongkan dulu semua pikiran-pikiran atau urusan pekerjaan, nggak usah lama-lama, setelahnya, hajar!
  2. Melakukan aktivitas yang menyenangkan, mengerjakan hobi. Kalau saya biasanya ngeliatin bulan atau senja, ngobrol apapun sama temen, baca novel, nulis cerita, atau dengerin radio (tapi yang didengerin siarannya, bukan lagunya, nggak tau kenapa, haha)
  3. Do something new or different or crazy. Ini baru saja saya alami kemarin. Sok gaya sebulan ini jadi nona-nona kantoran, lembur sabtu minggu, saya kumat juga kemarin. Kepala sakit. Akhirnya, bersama teman-teman kosan, saya menggila di pasar malam (kebetulan, di deket kampus lagi ada pasar malem). Eh, bukan naik odong-odong, kora-kora, bianglala, atau ombak banyu ya, kita main tangkap-tangkapan ikan yang di kolam kecil itu. Haha. Awalnya ragu, mengingat dan menimbang yang main di sana rata-rata adalah anak kecil usia 3-7 tahun. Nah kita usianya berkali lipat dari itu. Setelah lama lirik-lirikan, akhirnya kita putuskan untuk main. Apalagi saya yang masih patah hati ditinggal Ipank, sepakat untuk main ketika si abang bilang, “nanti boleh bawa pulang ikannya”. Semangatlah saya. Serius, nggak inget umur. Kolam kecil itu kami kuasai, anak-anak kecil cuma ngelirik. Beberapa pindah ke kolam sebelah. Hahaha. Puas nangkepin ikan pakai jaring-jaring kecil, saya kaget, ikan yang seharusnya jadi jatah dua temen kosan saya dikasih ke saya semua. Hahaha. Antara senang dan bingung. Jadilah malam itu saya pulang bawa lima ikan yang kata abangnya bernama ikan Ar-Ar. Saya pun lantas memberi nama lima ikan itu: Arfi, Arsa, Arju & Arna (si kembar), dan Arang. Masalahnya lagi saya nggak punya akuarium. Beruntung, pas cerita soal 5 ikan itu di kampus, si Eka mau ngasih (atau minjemin) akuarium buat saya. Udah bahagia, sesampainya di kosan, lima Ar itu meninggal. Pertama-tama, Arfi, Arju, dan Arang mendahului, menuju tengah malam, kelimanya tewas 😦 Dadaaa Ar-Ar, huks. Eh, ngelantur, tips bagian ini kebanyakan ceritanya, saya sedih pemirsa. 😥 Yang jelas, mainan jaring ikan di pasar malem belum pernah saya lakukan sebelumnya, apalagi itu mainan yang peruntukannya sebenarnya bukan untuk seusia saya, tapi saya fun sekali pas main. Dan kamu tahu, Kawan? Saya sembuh total. Nggak sakit kepala lagi lho, jadi hari ini udah bisa normal pacaran lagi sama laptop. Berkat Rahmat Allah SWT tentunya 😉 Lain kali, kalau kumat, melakukan kegilaan-kegilaan adalah terapi yang cukup mujarab.
    awas ikannya mau kabur
    awas ikannya mau kabur

     

  4. ini hasil tangkapan kami :D
    ini hasil tangkapan kami 😀

     

    Arfi, Arsa, Arju &Arna, Arang
    Arfi, Arsa, Arju &Arna, Arang

    Come home alias pulang, nemuin Abah Ibu atau berantem sama Adik-adik. Hahaha. Pas saya sakit sampai seminggu setahun lalu, sembuhnya adalah pas dijemput Abah. Yes, home is everything. It is a place for layin on our shoulder from everything.

  5. Menggeje, ngehubungin orang-orang yang kita sayang, ngobrol ngalor ngidul. Kalau udah kumat, jangan heran ya teman-teman saya, yang tiba-tiba dapat sms atau whatsapp atau line, isinya “Hoiiiiiiiiiii”, “cuuuuuuunggggg”, “kaaaaaaaaaak”, “kak kak kak kak kak kak kak”, “pok pok pok pok”, dan hal-hal geje semacamnya. Paling sering saya sms Ibu, dengan huruf u yang berepetisi ga nyantai berkali-kali. Ngobrol dengan mereka, hal nggak penting sekalipun, seringkali bisa mengurangi jenuh, dan memperbaiki struktur otak, menurut saya lhoo.
  6. Olahraga. Saya pernah diajak sama temen-temen satu divisi di tempat magang saya buat main badminton bareng, capek memang, tapi dari sana seru, kepala terasa lebih ringan. Olahraga adalah hal simpel, tapi banyak banget yang lupa, hehe, termasuk saya.
  7. Ah ya, the last but the most important thing… kalau kepala udah berat, sakit, pusing, dan mual, ya ke siapa lagi kalau nggak bersimpuh ke yang Maha Pemberi itu semua. Solat, ngaji, dzikir, bacain satu demi satu arti firman-Nya, insyaAllah menenangkan. Seringkali bikin nangis, tapi lega setelahnya. Allah is everything. Kan udah dibilang juga, “.. dengan mengingat Allah, hati akan menjadi tenang.” Ah ya, main ke DT atau ke Salman juga nenangin hati menurut saya. Semoga lain kali di kasih kesempatan main ke masjidil haram, amiiin 😀

Sekian tips geje dari saya, silahkan ditambahi bagi yang punya pengalaman seperti saya. Semoga cepet sehat. 🙂 Ah ya, yang kuliah di psikologi, mungkin bisa menjelaskan lebih banyak tentang penyakit nggak jelas macam saya ini. Atau jangan-jangan, saya punya penyakit yang geje karena sayanya juga geje? Ah bodo lah. Semangat!!!!!! Many things are waiting to do. Just do, and take a rest in a while for making better things. Just do!!!!

 

 

Pojok Biru 3,

22 Februari 2013

3.42 Waktu Bagian Geje

FYI

Pojok Biru 1: Kamar pojok biru di rumah

Pojok Biru 2: Kamar pojok biru di kosan

Pojok Biru 3: Kantor, di pojok juga, warna biru juga

Ketiganya warna biru dan di pojok, saya nggak pernah minta, haha

*info geje

 

2 thoughts on “Punya Penyakit Geje? Mungkin Bisa Coba Tips Ini..”

bagaimana menurutmu? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s