Uncategorized

Bukit Bintang (Membuang Benci)

image

Kubuang amarah pada lampu-lampu yang tampak titik di kejauhan sana
Kulempar dimensi benci yang pagi ini membuatku sesak, pada bintik bintang  di timur kakiku berpijak
Kupecahkan emosi di temaram oranye yang disaksikan banyak orang di hamparan ini
Kuteriakkan segala kesal pada rerumputan yang oleh mereka dinamai bukit bintang.
Biar semua benci mengudara bersama asap jagung bakar atau percik kembang api
Biar sesaknya berpilin bersama aliran bayu malam ini
Semoga amarah sirna seperti titik lampu yang redupnya menipis oleh matahari pagi

Biar malam ini aku berbicara pada langit yang menyimpan sekelabat siluetmu
Bukankah sejatinya langit tetap biru walau gelap malam membuatnya hitam?
Begitupun seharusnya hati.
Dan jika pembentuk warna biru itu adalah atmosfer, biarlah Tuhan satu-satunya yang berhak menghilangkan birunya hati.

Di bukit ini,
Cerita sepertiga akhir tahun yang menyesakkan kutinggalkan
Benar hanya rindu yang kubawa
Kubuang benciku padanya
Kukembalikan setengah kamu yang kubenci pada seutuhnya kamu yang kurindu

Bukit bintang
24 Desember 2012
22.07 WHH

5 thoughts on “Bukit Bintang (Membuang Benci)”

      1. Agak jegleg gitu bal habis ngomongin bukit bintang trs nanyain kabar uas. Dia masih sehat kok :p
        Mending nanyain kabar laptopku, siapa tau mau nyembuhin *.*7

bagaimana menurutmu? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s