Cerita dan Celoteh

Film India and My Coolest Brother

Abdurditas saya selalu naik 4,27-7,42 kali lipat tiap pulang ke rumah. Rumah, bukan kosan yak :p . Entah kenapa. Kalau di kosan, tulisan-tulisan saya jadinya melankolis banget, tapi kalau di rumah, sisi konyol saya yang mencuat. Lihat saja Diary Upin, Demo Lamaran, dan Bumbu Cemburu. Itu semua ditulis pas di rumah. Nggak tahu kenapa daya khayal saya meningkat tiap di rumah. Dan di siang menjelang sore yang mendung ini, izinkan saya sedikit menceracau tentang film India. Ini gara-gara adik cowok saya yang super cool itu.

image

Iya, dia cool banget, mbaknya pulang aja disuruh pulang nggak mau. Pas ditelpon masa bilang gini, “terus gue harus bilang wow sambil banting hp kalo kamu pulang mbak?” Ngek. Seketika saya diam.

Eh, malamnya dia sms saya menanyakan kapan saya kembali ke Bandung lagi. Aku iseng jawab, “besok” padahal itu hari Jumat dan saya masih kembali ke Bandung hari Senin. Sabtunya, dia pulang. Oh ya, dia ngekos di kota karena sekolahnya jauh, jadi pulang kalau liburan aja. Tapi, kemarin sempat nggak mau pulang. Ah, sok cool banget pokoknya dia. Tapi luarnya aja kok, buktinya pas pulang dia seneng banget nerima sepatu yang saya belikan dari Bandung. “Kok kamu tahu sih, Mbak aku maunya gimana?” katanya. Dan saya seketika bangga sekali jadi Kakak. Terus pas dia nanya jam berapa saya balik dan saya beri tahu kalau saya balik hari Senin, dia langsung ngambek, “sana pulang sanaaa.” Hahaha.. Lucu sekali ekspresinya. Yang lebih mengejutkan, malamnya dia update status “ternyata punya mbak nggak kalah asyiknya kok sama punya, Mas.” dan saya melayang senang. Jadi kakak itu menyenangkan. Hihi.. Berdoa ya Dek semoga kamu dapat Mas yang seasyik kamu mau sebagaimana aku tahu model sepatu apa yang kamu mau. Halah. Kok jadi kemana-mana ya? Tadi kan mau bahas film india??? Maafkan saya, kalau sisi konyol saya mencuat saya jadi kemana-mana. Pfftt..
Eh tapi bahasan tentang film India tadi emang nyambung sama adek cowokku satu-satunya itu. Serius, punya adek cowok yang beranjak remaja itu seru. Meskipun cool, tapi dia bisa diajak berantem. Tadi siang, dia naik, menemani saya yang sedang membaca “Madre”. Bosan saya cuekin, dia menyalakan televisi. “Kecilin volumenya,” kataku. Dia sepertinya mulai bete. Eh, dia malah pindah ke channel MNC, ada film india judulnya Kal Ho Naa Hoo. Baiklah, dia tahu sekarang. Saya pun menoleh, ikut nonton. Dan hasilnya, dia yang pergi dan saya yang nonton tivi. Haha. Awalnya dia ikut nonton, ikut ketawa, eh dia pergi. Soal film, referensi dia jauh lebih banyak dariku. Aku nggak suka nonton film, eh dia mah kolektor. Film 3 Idiots aja apal tiap adegannya. Kalau sama dia, biasanya sampai jam 2 pagi kita ketawa nonton film. Awalnya dia yang mulai, karena penasaran, saya ikut-ikutan. Kadang-kadang dia saya paksa dulu untuk menggambar sesuatu sebelum tidur, karena saya nggak bisa nggambar sedang dia anak kesayangannya guru seni rupa di sekolahnya, pernah juara I juga lomba bikin poster dari diknas Kabupaten Pati. Dia juga desainer kaos-kaos kelas di SMP-nya, katanya pernah dibayar juga. Haha. Eeh, kok cerita adek saya lagi sih. Baiklah, sepertinya saya akan ganti judul deh. Tapi serius, tipe kayak adek saya itu seru. Dia cool, tapi sekali udah deket heboh kok. Nggak ganteng-ganteng amat sih, kulitnya hitam, badannya tinggi kurus, tapi itu yang bikin dia cowok banget. Haha. Satu pesanku buat dia, “jangan PHP. Nggak usah pacaran, kalau suka sama cewek disimpan aja. Nanti kalau udah mapan langsung lamar.” Dan dia ketawa, sesekali ngambek. Haha, saya pernah iseng baca smsnya, cewek-cewek pada sms dan dia masih stay cool menanggapinya. Dek.. Dek..
Nah, setelah ditinggalnya pergi, saya jadi larut dalam film India ini. Dan sisi melankolis saya kembali keluar. Sedih filmnya. Sebenarnya udah pernah nonton waktu SD, tapi tetap aja suka nonton lagi. Syakh Rukh Khan kembali mengajarkan bahwa cinta adalah persahabatan. Dan saya setuju sekali dengan itu. Cinta adalah persahabatan dan persahabatan adalah cinta. Well, meskipun film India selalu dibumbui dengan pengorbanan, tetap saja itu semua menarik.
Inget kan sama film India paling legenderis Kuch Kuch Hotahai? Anjeli yang diam-diam mencintai Rahul memilih mengalah saat Rahul mencintai Tina. Ah, Rahul yang bodoh. Ia tidak sadar dengan perasaannya. Tapi ya begitulah, cinta selalu kembali ke rumahnya, bagaimanapun ceritanya. Anjeli pun akhirnya menikah dengan Rahul. Dengan cara yang sangat rumit. Bahkan saat Anjeli udah move on.
Saya suka film India. Nonton berkali-kali pun nggak bosen. Entah kenapa. Lebih suka dari film Korea. Ya iyalah film Korea yang saya tonton berkali-kali cuma Baek Seung Jo. Hehe. Konyol sih..
Jadi begitulah, film India selalu mengajarkan bahwa cinta adalah pengorbanan. Dan cinta adalah persahabatan.
Dulu pas masih kecil nonton nggak ngerti maksudnya asal nangis. Sekarang coba manggut-manggut mencari hikmahnya. Selalu ada hikmah.
Apa film India favorit kamu?

18 November 2012

Dan adek saya kembali saat film udah selesai. Saya tiba-tiba kangen sama dia. Kangen sama si Cool itu. Yang sok nggak peduli sama mbaknya, padahal seneng kalau mbaknya pulang. :p
Aku lihat status facebookmu sekarang bijak. Dan kamu juga jadi suka sama Tere Liye πŸ˜€
Semoga Juni depan kamu sudah menetap di Jakarta ya, Dek. Biar deket kalau jenguk. πŸ™‚ Semoga diterima. Mohon doanya. Amiiiiin..

Bandung
7 Des 2012
23.57
Kangen banget sama dia.

bagaimana menurutmu? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s