Cerita dan Celoteh

Pendar Api di Langit Lebaran

Kembang api berpendar, cahayanya tampak seperti lendir kelemayar. Membuat mata anak-anak berbinar. Para remaja berpencar. Banyak pula yang berbisik, “Allahuakbar”. Masih ada pula hati yang rindunya tak jua buyar.
Lebaran, sungguh sejatinya bukan sekadar pendar api di angkasa yang menakjubkan, apalagi sekadar baju baru kebanggaan. Di balik gema takbir yang terurai di udara ini, selalu ada banyak cerita yang tersimpan. Ada air mata yang bulirnya ditahan, ada rindu yang hanya ditulis dalam buku harian rahasia, ada sejuta pikiran dan harapan, ada doa, ada kebahagiaan membuncah. Ada orang yang kita inginkan ada tapi tak ada, ada Ibu yang diam-diam berbahagia karena tabungannya selama setahun bisa untuk memberikan anaknya sebuah gadget baru, ada Ayah yang melamun karena tahun ini tak mampu memberikan THR untuk anak-anaknya, ada nenek 70 tahun sangat merindu suaminya yang meninggal 18 tahun lalu. Ada keluarga yang tak kuasa menahan air matanya, ketika anak rantau yang ditunggunya untuk berkumpul harus bertemu dengan malaikat Izrail di jalan raya. Ada kenangan yang belum sempat jadi masa depan, masih saja menggumpal menjadi harapan. Ada ada ada dan akan selalu ada cerita.
Api itu berpendar lagi, warnanya bervariasi elok, menjadi aksesoris langit yang malam ini gelap (lagi). Aku terpaku dalam selimut rindu. Tiba-tiba tersedu. Menahan rindu itu memang selalu sendu. Tapi hatiku percaya, ada saatnya rindu berpadu.
Gema takbir masih terurai di udara, kali ini benar-benar menggetarkan sudut hatiku. Hasbunallah. Hasbunallah. Hasbunallah. Atas setiap rindu yang membelunggu, atas setiap cerita yang menyesakkan, atas realita yang tak sesuai cita, ada Allah yang selalu menolong.
Ied tetaplah hari raya yang seharusnya kita sambut penuh suka cita. Ied adalah kemenangan yang diberikan Allah untuk umat Muslim. Jadi, mari berbahagialah, lupakan sejenak semua sedu sedan itu. Toh, ada Allah yang selalu menolong.
Taqabballahuminnawaminkum. Mohon maaf atas segala khilaf, juga atas huruf-huruf yang mengalir tiada tertahan dalam blog ini. πŸ™‚

Masih ada kenangan yang belum sempat menjadi masa depan, dan masih saja menggumpal menjadi harapan. Tapi takbir ini menguatkan. πŸ™‚

Ditemani api yang berpendar
Malam idul fitri 1433 H
18 Agustus 2012
21.19 WLH

1 thought on “Pendar Api di Langit Lebaran”

bagaimana menurutmu? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s