GAMUS, IMSS 2012

A Passion Day! (H #3 IMSS)

“Kalau mau melihat baik buruknya suatu negara, lihatlah wanitanya.” itulah pentingnya peran muslimah.

Rumah Cantik Ukhti

Selasa, 17 Juli 2012. Tidak terasa sudah hari ke tiga saja. Artinya, besok rangkaian acara ini selesai. Seperti hari sebelumnya, pukul 07.00 WIB, kami berkumpul di Taman Ganesha, sebelah masjid Salman ITB untuk makan pagi bersama. Berbeda dengan hari kemarin, alhamdulillah hari ini kami sudah terdata untuk mengikuti sekolah LDK. Hari ini, buat Himsa pribadi, juga merupakan hari paling asyik dari empat hari rangkaian acara IMSS.

Masih seperti kemarin pula, sekolah LDK dimulai dari jam 10.00 WIB, maka untuk menunggu, kami dibagi dalam dua talkshow Islamic Fair, di CC Barat, dan CC Timur. Aku sendiri kebetulan masuk ke dalam CC Timur, yang ternyata merupakan Rumah Cantik Annisa, dan tentu saja nuansanya pun feminim sekali. Di ruangan itu, kita bisa melihat logo Wardah dan Rabbani di mana-mana. Hehe.

Sudah bisa ditebak kan kalau yang dibahas di sini adalah semua tentang muslimah? 😀 Tentu saja, aku senang sekali berada di sini. Selain passion, alhamdulillah ini sesuai dengan amanah saya yang bertanggung jawab di bidang kemuslimahan. Dalam kesempatan ini, Kepala Annisa ITB, Teh Dayu, mempresentasikan kegiatan-kegiatan Sektor Annisa di GAMAIS ITB. Inspiratif sekali. Teh Dayu mengutarakan, bahwa karakter dakwah untuk muslimah itu unik, oleh karena itu, harus ditempuh dengan cara-cara yang unik pula. Sehingga, untuk menjalankan dakwah muslimah, diperlukan departemen sendiri, yang khusus menangani masalah kemuslimahan.

Teh Dayu juga menjelaskan, bahwa Annisa GAMAIS ITB sedang menyusun buku. Ah, Kawan, aku benar-benar terinspirasi oleh hal ini. Maukah Kemuslimahan GAMUS juga melakukannya? Membuat buku, selain mengikat ilmu, tentu saja juga mengasah potensi muslimah kita. Hehe.

Di tengah-tengah perbincangan ini, aku berkenalan dengan teman sebelah yang ternyata berasal dari Jember, Jawa Timur. Kaget bercampur haru, ketika teman tersebut bercerita bahwa rombongan dari Jember mengalami musibah. Bus mereka kebakaran, untung segera diketahui, sehingga hanya bagian bagasi yang terbakar. Namun, terbakarnya bagasi bus, membuat barang-barang bawaan mereka ludes. Di Bandung, mereka pun meminjam baju para akhwat yang lain. Hampir aku meneteskan air mata mendengarnya. Perjuangan yang luar biasa demi bisa bersilaturahim dengan sahabat LDK seluruh nusantara. Lagi-lagi, perjuangan GAMUS belum ada apa-apanya, Kawan. Semoga cerita ini membuat kami tambah bersemangat!

Usai sesi bincang bersama kepala Annisa, selanjutnya dalam Rumah Cantik Annisa ini diadakan sesi bedah buku “Super Muslimah”, yang ditulis oleh teh Ratna Nataliani, yang juga aktif di GAMAIS ITB. Teh Ratna membuka bedah bukunya dengan sebuah pertanyaan, “Mengapa saya menggunakan tagline “Great Woman, Great Nation”? Ada yang bisa jawab?

Ya, teh Ratna benar, jika muslimah-muslimah di negara tersebut hebat, maka hebat pulalah negara tersebut. Karena muslimah merupakan madrasah pertama yang mendidik generasi bangsa. Jika muslimah bisa melakukannya dengan baik, makmurlah negaranya. Subhanallah.

Sayang sekali, aku tidak bisa mengikuti bedah buku ini lebih lama lagi, “Himsa, akhwat kumpul di lapangan kemarin untuk sekolah LDK. Tolong dikondisikan.” Sekjen Gamus sudah mengirimkan smsnya, artinya, aku harus pergi, dan memastikan akhwat lain sudah mengikuti sekolah LDK, sehingga tidak ada yang tidak kebagaian jatah sekolah lagi seperti kemarin. Alhamdulillah, semua bisa masuk di kelas-kelas paralel sekolah LDK, kecuali Himsa (lagi). 😀

Saya tidak ikut sekolah LDK sesi 1, kenapa? Seharusnya saya mengikuti sekolah LDK kelas Kaderisasi bersama Dek Uya. Tapi, aku tidak bisa masuk kelas. Bukan karena tidak kebagian kelas lagi, tapi karena aku kabur ke Aula Barat ITB, untuk mengikuti talkshow Bedah Buku “Ketika Mas Gagah Pergi dan Kembali” bersama Bunda Helvy Tiana Rosa. (hehe, agak nakal memang bagian ini 😀 , kan sudah ada Uya, jadi biar ilmu yang didapat nanti lebih kaya kan? Hehe :p )

Bunda Helvy bercerita sangat banyak tentang “Mas Gagah”-nya, nanti akan saya bagi di bagian tersendiri tentang cerita ini. Yang jelas, beliau berpesan, supaya para kader LDK pandai menulis, karena menulis adalah berjuang. Melalui tulisan, kita bisa menyampaikan gagasan-gagasan kita dan melawan perang pemikiran yang selama ini terus terjadi. “Tulis yang baik dan yang kamu kuasai. Tentukan tujuan dan apa manfaat yang kan didapatkan orang dari tulisanmu.” ujar beliau.

Siang harinya, kami semua tidak ada yang bolos sekolah LDK, termasuk Himsa. Aku masuk ke kelas kaderisasi. Hal yang saya dapat dari kelas ini adalah sebuah pertanyaan “Apa tujuan kita berdakwah? Membuat orang paham Islam atau membuat orang menjadi pengurus?” Pertanyaan yang singkat dan sederhana, tapi harus benar-benar dipahami dalam memulai sebuah kaderisasi di lembaga dakwah.

Sore harinya, kami berkumpul lagi di Aula Barat ITB, untuk mendengarkan materi dari Ust. Abu Syauqi, founder Rumah Zakat. Beliau menjelaskan, bahwa seorang muslim haruslah kaya. Beliau berpesan supaya kita menjadi muslim yang sukses, pengusaha yang sukses, dan penguasa yang sukses. Jangan jadi orang rata-rata. Kita hendaknya juga mengorientasikan bisnis bukan untuk uang, tetapi untuk kekayaan yang bisa mensholihkan, seperti untuk menyekolahkan anak yatim, dan sebagainya. Sore ini juga, Islamic Fair resmi ditutup.

Hari yang melelahkan, tapi lagi-lagi masih sarat hikmah. Masih menggema pula teriakan takbir Allahuakbar dari para peserta.

*hari kedua IMSS, masih dibagi dalam empat acara yang berbeda, Sidang Komisi FSLDKN, International Conference, Islamic Fair, dan Sekolah LDK.

Bandung, 17 Januari 2012

Diedit 19 Juli 2012

 

 

 

3 thoughts on “A Passion Day! (H #3 IMSS)”

bagaimana menurutmu? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s