Uncategorized

Berhenti Merokok Karena Mimpi

image

Ayah saya dulunya perokok berat. Bahkan sering berselisih dengan saya. “Abah, kalau ngerokok di luar!” Lalu saya menutup pintu, membiarkan Abah merokok di luar. Saya memang selalu berbeda pendapat soal ini dengan Abah. Saya, orang yang cukup anti dengan rokok, bukan membenci orangnya, tapi saya benci rokoknya, apalagi asapnya. Sedangkan Abah saya, mana bisa menjauh dari rokok.
Saking bencinya saya dengan rokok, saya sering digoda Abah, “Nanti dapat suami perokok lho. Nggak boleh benci-benci banget.” Kalau sudah begitu, saya pasti bilang, “Oh tidak bisa. Syarat pertama menjadi istri Novi Ahimsa Rosikha adalah tidak boleh merokok. Segimanapun dia, kalau ngerokok, ya saya tolak. Daripada seumur hidup harus pengap sama asap rokok.” Abah lalu tertawa mendengarnya.
Ya, begitulah perbedaan dalam keluarga kami, Ibu dan adik-adik yang sependapat dengan saya, dan Abah berbeda sendiri. Maka, saya sangat kaget ketika sampai rumah kemarin, Ibu mengatakan bahwa Abah sudah tidak merokok sama sekali. “Kok bisa???”

“Karena mimpi.” jawab Ibu.
Saya pun bergegas mengklarifikasi kepada Abah. Abah bercerita dengan sangat antusiasnya. Jangan tanya, saya senang bukan main mendengar berita ini.

Sekitar tiga bulan yang lalu..
Malam itu, persediaan rokok masih tiga plat. Abah tertidur sekitar pukul 22.00 WIB. Dalam tidur itu, Abah bermimpi sedang membawa pedang yang sangaaaat panjang, lalu bersumpah menyebut nama Allah. “Saya bersumpah demi Allah, bahwa saya tidak akan pernah merokok lagi.”
Abah terbangun. Kaget. Lalu, diam. Mengambil wudlu dan solat. Sekitar tengah malam kala itu. Mimpi itu kemudian menjadi renungan panjang sampai pagi. Mimpi itu, membuat Abah tidak bisa tertidur lagi. Mimpi itu pula, kemudian melahirkan tekad kuat di hati Abah untuk berhenti merokok.
Pagi harinya, ketika membeli sarapan di warung bersama dengan sahabat-sahabatnya, Abah menyerahkan rokoknya yang masih utuh tiga plat kepada sahabatnya. Kontan, orang-orang heran. Tapi, semenjak hari itu, Abah benar-benar berhenti merokok sampai sekarang. Bahkan, sekarang, Abah jadi ikut-ikutan benci dengan asap rokok.

Saya tertawa senang mendengar cerita ayah saya itu. Dalam hati, saya mengambil hikmah, bahwa cara Allah mengingatkan hamba-Nya itu sangat unik. Berapa kali pun saya dan Ibu men’ceramahi’ Abah untuk berhenti merokok, nyatanya tidak pernah mempan. Tapi, mungkin doa Ibu dan doa-doa orang yang menyayangi Abah lah yang membuat terkabulnya harapan kami itu. Semua ini mengingatkan saya, bahwa sejatinya, usaha bukanlah apa-apa tanpa disertai dengan doa. Juga, bahwa tekad yang kuat akan membuat sesuatu yang terlihat sulit dan mustahil menjadi sangat mungkin.
“Abah nggak ingin nyoba lagi gitu? Dulu, biasanya nggak bisa kalau habis makan tanpa rokok. Hehe..” tanyaku.
“Ya, nggak. Udah nggak kepingin aja.” kata Abah, membuatku tertawa lagi.
Para perokok, biasanya benci dengan orang yang tidak menyukai asap rokok. Dibilang sok lah. Namun, percayalah, ketika dia berhenti merokok, dia akan tahu betapa menyebalkannya asap rokok itu. Itu pengalaman ayah saya. Dan percayalah, bahwa rokok itu tidak se-menyandukan seperti orang-orang bilang sehingga tidak bisa dihentikan. Merokok bisa dihentikan dengan satu modal, tekad yang kuat. Itu saja. Walaupun begitu, jangan sekali-kali mencoba menghisapnya. 🙂
Semoga bermanfaat. 🙂

Sekali lagi, saya tidak membenci perokoknya, saya hanya benci asapnya yang menimbulkan efek bagi mereka yang tidak menghisapnya.

Rumah,
3 Juli 2012
16.13 WLH

bagaimana menurutmu? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s