Uncategorized

“Aku Ingin Mundur..”

Terkadang, kita ingin mundur, dari sesuatu yang lama menjadi harapan.

Terkadang, kita ingin mundur, dari sesuatu yang lama membahagiakan.

Terkadang, kita ingin menjauh, dari sesuatu yang lama menjadi cerita.

Tak seorang pun mengerti saat itu.Kita tetap terlihat kuat. Kita tetap terlihat bisa. Kita tetap terlihat sanggup. Bahkan kita tetap terlihat sangat bersemangat. Siapa yang mengerti? Siapa yang memahami?

Tak usahlah. Allah cukup menjadi penolong. Allah yang mengerti isi hati yang sebenarnya.

Allah cukup mengerti setiap kegelisahan. Allah. Hanya Dia.

 

Kita, sejatinya, bukan hanya terlihat kuat, bisa, sanggup, dan bersemangat. Tapi, kita memang kuat, sanggup, bisa, dan bersemangat.

 

Seberapapun ingin kita mundur dan menjauh dari hal itu, selalu, kekuatan lain membuat kita tetap berada di posisi itu. Kekuatan itu, saya yakin berasal dari Allah. Tak usah mundur. Teruslah berharap. Teruslah meniti cerita. Teruslah buat cerita membahagiakan, walaupun sekarang, mungkin kita sedang menahan perihnya. Kita tidak tahu, mungkin esok hari, harapan itu terpenuhi. Tidak usah peduli kalau banyak hal terlihat terlambat. Tidak ada yang terlambat. Pasti ada hikmah setelahnya. Pasti ada hikmah, mengapa Allah membuat segala sesuatunya terlambat. Pasti ada hikmah, mengapa cerita ini bergelombang.

 

Tak usah sedih jika tak banyak yang mengerti tentang setiap perih atau usaha yang kita perjuangkan. Itulah keikhlasan.

Tak usah sedih jika kita merasa sakit, karena sebenarnya yang merasa sakit tidak hanya kita saja. Mungkin mereka juga.

Tapi memahamilah. Memahamilah dan jangan pernah meminta untuk dipahami.

Mungkin, kita akan menangis. Itu wajar. Diam saja. Sejenak kemudian, kita akan kuat. Pasti.

Jangan pernah mundur. Saat itu, Allah hanya sedang menguji seberapa besar komitmen kita pada sesuatu hal itu.

 

Dan, memintalah pada yang Maha Memberi Kuat. Kita pasti mampu jika kita mau untuk menjadi mampu.

 

Terima kasih, untuk beberapa sahabat yang selalu mendengar. Terima kasih, untuk beberapa sahabat, yang mau sekadar melihat gadis kecil ini menangis. Kalian, selalu menjadi penawar perih. Maaf, karena tidak seharusnya aku begitu. Kalau akhirnya aku menangis, itu karena aku sudah tidak berhasil bernegosiasi dengan pabrik air mata di mataku. Maaf, kalau akhirnya, kalianlah yang harus mendengarkan keluhku. Itu hanya sekadar keluh, yang insyaAllah akan kupadukan dengan instrospeksi dan semangat. Semoga Allah selalu melindungi kalian. πŸ™‚ Semangat!

 

Pojok Biru II

17 Mei 2012

10.28 WLH

2 thoughts on ““Aku Ingin Mundur..””

bagaimana menurutmu? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s