Cerita dan Celoteh

Saatnya Membantai UI (Universitas Impian)!

Ada yang punya impian tapi nggak sampai? Atau ada yang punya impian tapi nggak pernah dicoba untuk diraih? Menyesal? Iya. Marah? Banget! Tak usah sedih, kalian yang merasakan itu nggak sendiri kok. Aku adalah representasi paling nyata dari sesal dan amarah itu. Kalian bisa baca di beberapa tulisanku di sini. Hanya saja, perlahan aku mengerti, hikmah besar bersembunyi di balik sesal dan amarah itu. Apa?

Aku pernah menulis, “suatu saat aku ingin berada dalam satu tempat yang sama untuk melawan kampus impianku.” Hampir dua tahun setelah rasa sakit itu masih membekas, Allah memberi kesempatan. Kemarin, melalui pengumuman ini, aku tersenyum sejenak. Lagi-lagi, aku diberi ‘bolpoin’ untuk mencoret mimpiku.

Mungkin sedikit berlebihan ketika aku menulis judul ‘Saatnya Membantai UI (Universitas Impian)’, tapi perasaan membuncah dan motivasi yang luar biasa itulah yangΒ  kurasakan. Aku ingin benar-benar membantai kampus kuning itu. Ya, kampus impianku, tapi aku daftar di sana pun nggak. Belum, pertarungan itu belum dimulai, tapi aku tidak sabar menunggu hari itu. Biarlah, aku sedikit berlebihan dengan itu memang. Tapi pelan, aku mulai mendapatkan hikmahnya.

Kalian tahu apa? Iya, motivasi yang luar biasa. Hal berharga yang kita dapatkan dari kegagalan adalah motivasi luar biasa, untuk meraih mimpi-mimpi yang lain. Motivasi itu, tentu saja tidak kita dapatkan jika kita terus saja menyesal dan marah-marah. Motivasi itu, sungguh rasanya membuncah.

Mungkin memang agak lebay ya ketika dengan pedenya aku menulis akan membantai UI? Hahaha. Ya, siapa aku. Tapi, motivasi itu membuatku yakin apapun bisa terjadi. Bahkan mungkin, bagi anak UI sendiri, kompetisi itu tidak ada apa-apanya. Tapi terus kenapa? Aku sedang tidak peduli apapun. Aku tidak peduli juga akan ada yang tertawa dengan ini. Diberi kesempatan ini rasanya luar biasa. Let’s break it! Bahkan kalau pun nantinya aku dan tim kalah melawan impian itu, aku pun tak masalah. Motivasi ini rasanya keterlaluan sampai aku pun siap menerima apapun yang terjadi. πŸ˜€

Bismillah, semoga akal sehat saya masih bisa membedakan bahwa ini bukan hawa nafsu negatif yang mengarah pada takabur. Aku tentu masih kerdil sekali. Aku hanya sedang merasakan stimulus dari kesalahan di masa lalu itu menjadi motivasi besar untukku. Rasakan saja sendiri. Aneh, sedikit lebih absurd dari sekadar cerita tentang biru hati. πŸ˜€

Ayooo kalian yang lagi menyesal dan marah-marah atas kegagalan atau kesalahan di masa lalu, tunggu apalagi??!!! Jemput motivasi luar biasa itu sekarang juga!!!!

πŸ™‚

ditulis dengan motivasi yang membuncah.

Pojok Biru 2,

13 April 2012

6.16 WHH

3 thoughts on “Saatnya Membantai UI (Universitas Impian)!”

bagaimana menurutmu? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s