Uncategorized

3 Hal tentang Impian

Setidaknya, sampai detik ini, sudah ada 3 hal besar tentang impian yang kucatat. Tiga hal yang merupakan buah kontemplasi panjang, setelah sempat merasakan apa yang orang-orang rasakan tentang impian. Tiga hal setelah pernah berkhayal tentang mimpi, berjuang, terjatuh, terpuruk, menangis, lalu lunglai. Lalu, kemudian juga bangkit lagi. Tiga hal ini, nanti mungkin akan bertambah dan jumlahnya akan ekuivalen dengan hari ditambah cobaan dan pengalaman yang kurasakan.

Satu, MANΒ  JADDA WA JADA.

Β Tidak berbeda dengan cerita-cerita lainnya. Sebuah impian akan selalu berbanding lurus dengan usaha dan kerja keras. Siapa yang bersungguh-sungguh, tentu dia akan berhasil. Sudah banyak kan buktinya? Dan teori ini sungguh benar dan wajar adanya. Namun, ternyata kadang usaha keras yang kita lakukan tak sebanding. Impian itu lepas, padahal usaha kita keras. Salah, ya, itu salah. Usaha dan impian tetap akan selalu sebanding. Kita hanya lupa bahwa selain kerja keras yang menjadi konstanta dalam persamaan impian, ada koefisien lain, yang kadang, walaupun kecil juga ikut menentukan. Tentang koefisien ini, bisa dibaca ditulisan saya berjudul “Gagal??? Lihat Faktor X!”. Koefisien itu bisa juga menjadi penyebab timbulnya persamaan lain. Oleh karena itu, ada nomor dua di antara tiga hal dalam impian menurut saya.

Dua, PENERIMAAN.

Ya, menerima atas hasil yang diberikan Allah kepada impian kita. Menerima, sebagaimana selalu saya kata katakan, sungguh sulit sekali. Bahkan saya terpelanting terus untuk bisa menerima. Menerima bahwa apa yang kita dapatkan adalah ketentuan-Nya. Sesederhana itu, tapi implementasinya selalu kompleks. Tapi memang harus begitu, konsekuensi dari bermimpi adalah berani menerima hasil. Karena menerima itulah yang akan menjadikan persamaan baru tentang impian. Hikmah. Hikmah ekuivalen dengan hasil dari kerja keras ditambah impian dan koefisien-koefisiennya dikalikan dengan tingkat penerimaan. Ya, karena ketika kita mulai menerima sebuah hasil atas impian, kita akan memperoleh hikmah, yang bertubi, yang mungkin tidak kita pikirkan sebelumnya. Ketika kita menerima kegagalan, mungkin hikmahnya adalah motivasi yang luar biasa untuk berusaha lagi. Atau bisa jadi, kita akan mendapatkan sesuatu yang lebih besar dari impian kita ketika Tuhan memutuskan tali antara kita dan impian. Tidak harus sekarang, mungkin setahun lagi, dua tahun lagi, bahkan sepuluh tahun lagi. Ini yang sedang saya coba lakukan, menerima. Dan saya menunggu kejutan apalagi yang diberikan-Nya atas semua ini.

TIGA, IMPIAN JUGA TENTANG PANTAS ATAU TIDAKNYA KITA UNTUK MENDAPATKAN IMPIAN ITU.

Ini pelajaran terakhir yang baru saya sadari. Tuhan memutuskan tali impian kita, bisa jadi karena diri kita belum pantas untuk menerimanya. Bisa jadi, ketika kita diberi impian itu, kita akan menjadi takabur misalnya. Atau bisa jadi, impian itu akan membuat kita lalai pada kewajiban kita. Jadi intinya, untuk bisa meraih impian itu, kita harus memantaskan dulu diri kita untuk impian itu. Bagaimana caranya? Berbenah diri, bekerja keras untuk meraihnya, menyiapkan mental, dan tentu saja memohon kepada-Nya.

Ya, pada akhirnya impian tetaplah tentang mencoba. Impian juga tentang keimanan. Semakin kita percaya pada takdir-Nya, semakin kita percaya pada kuasa-Nya, insyaAllah akan semakin semangat pula kita menggapai dan menerima apapun hasil dari impian itu.

Semangat, salam pemimpi.

Semoga kita bertemu dengan impian kita masing-masing. πŸ™‚

Pojok Biru 2

Ditulis dengan semangat yang cukup membara

10 April 2012

08.12 WLH

1 thought on “3 Hal tentang Impian”

  1. maaf baru sempet komen, keren nih tulisannya…

    Bener bgt.. Mimpi kita g bakal lepas dari 3 hal yang di atas..

    Impian harus diawali dengan niat yang lurus, diikuti oleh keberanian bertindak + usaha yang sungguh-sungguh + do’a.. Biasanya disebut ikhtiar…

    Di dalam ikhtiar itulah proses kita untuk memantaskan diri terhadap impian, tercapai atau tidak, Allah Maha Mengetahui semua yang terbaik untuk kita.

    So, berani bermimpi, harus berani bertindak, harus ikhlas terhadap apapun hasilnya. Selama kita berdiri di jalan yang benar, biarlah Allah yang membuka jalan untuk mimpi” itu, kadang g sesuai ama keinginan kita, tp tinggal ngikut aja kok, g bakal kecewa, hahah =)

bagaimana menurutmu? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s