Cerita dan Celoteh

J-A-R-A-K

Apakah benar bahwa Tuhan menciptakan jarak agar manusia memiliki perasaan bernama rindu? Apakah benar bahwa sebenarnya jarak itu tidak ada jika hati kita dekat? Ah, aku bahkan pernah mengatakan demikian. Tapi, tiba-tiba, rasanya jarak semakin membuat perasaan ‘jauh’ itu menjadi nyata. Rasanya, jarak seperti pukulan yang membuat hati kecilku terpelanting, karena merasa dekat, padahal kenyataannya memang jauh. Jarak, mau tidak mau, harus kuakui membuat banyak keadaan berubah, walaupun hati kecilku tidak. Jarak, kata orang bisa didekatkan dengan berbagai cara. Tapi, entahlah, hari ini aku ingin dekat saja. Karena dengan melihat lebih dekat, akan lebih banyak lagi hal yang bisa kita mengerti. Tapi jarak terlanjur berkata. Biarkan saja tetap menjadi jarak. Biarkan saja, langkah-langkah tak terhitung oleh jarak itu. Biarkan saja jarak semakin menjauhkan. Aaaah, ini bukan hanya tentang berapa kilometer jalan membentang membuat jarak, tapi juga tentang.. Ah, sudahlah. Keadaan berbeda. Tak ada yang bisa disalahkan.

Jarak, kenyataannya memang seringkali menyakitkan, tetapi tidak ada jarak, sebenernya dunia akan lebih menyakitkan.

Pojok Biru 2,

Suatu hari di bulan Maret 2012

Lupatanggal berapa

7 thoughts on “J-A-R-A-K”

  1. ya ampun, gambarnya unyu banget,,, dapet darimana hims?

    hahahha, menurutku kalau semua tulisan kamu kamu rangkai bisa jadi novel loh. hahhah ni juga bisa jadi bagian dari #prespitasi.

bagaimana menurutmu? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s