Uncategorized

xenoglosia

Aku menangis. Engkau cepat mendiamkan. Apapun caramu. Aku sibuk, engkau diamkan aku, menyiapkan yang lain untukku. Aku bingung, engkau mengelus, terkadang sesekali mengucap beberapa kata yang sangat lazim kudengar, tapi itu selalu menenteramkan. Aku tertawa, engkau lebih tertawa lagi, terkadang malah menangis, haru. Aku bahagia, engkau bersyukur. Aku sakit, engkau orang yang paling khawatir.

Tidak ada pelajaran tentang bagaimana seharusnya menyayangiku, tapi engkau lebih dari sekadar paham. Tentu saja tak semuanya engkau mengerti. Urusan hati misalnya. Sampai sekarang aku bingung memulai huruf untuk menyusun frase bahkan paragraf tentang itu padamu. Ah, apa mungkin engkau sebenarnya mengerti? Tapi memilih diam. Atau jangan-jangan engkau juga sama bingungnya sepertiku? Tidak tahu harus memulai dengan huruf apa untuk membuka cerita hati ini? Aku yakin sekali, engkau sungguh penasaran tentang urusan itu. Ah, sekali ini saja, untuk urusan itu, aku menunggumu bertanya.

Obat apa yang kau racik dengan demikian hebat? Sungguh tidak ada apoteker sehebatmu dalam meracik obat dengan dosis yang begitu pas untukku. Ahay, kuberi nama penyakitku ini sakit rindu yang mencandu, lalu engkaulah obatnya. Tetap saja ini mencandu ketika aku harus berpisah lagi darimu. Tapi lihatlah, doamu itu, pinta ampunmu pada-Nya untukku itu, yang sampai saat ini bahkan mungkin hingga nanti, yang akan membuatku tenang. Sungguh, engkau juga dokter terhebat untukku. Kubiarkan saja aku diam, tapi diagnosamu selalu tepat walau tanpa pertanyaan sekalipun.

Ah, bahasa apa yang diajarkan-Nya padamu? Adakah nanti aku juga akan begitu? Adakah ini yang disebut naluri? Mungkin, bahasa itu sudah mengalir melalui plasenta sejak engkau dan aku berada dalam satu tubuh ketika itu. Tuhan, Maha Besar Engkau.

Perjalanan

28 Februari 2012

19.18 WHH

*xenoglosia dalam KBBI berarti kemampuan memahami dan menggunakan bahasa yang tidak pernah dipelajari. Bahasa ibu, bagiku merupakan salah satu wujud xenoglosia paling sederhana yang begitu indah.

untuk perempuan yang selalu mengkhawatirkanku, smeoga suatu saat aku juga bisa sepertimu πŸ™‚

bagaimana menurutmu? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s