Uncategorized

Jika Tak Lagi Biru..

Mengapa? Aku tak tahu mengapa aku justru bertanya mengapa. Jika pada langit aku sudah jatuh cinta, maka bagaimana bila aku mengenal biru yang lain? Maka bagaimana jika aku berhenti menjadi bulan? Lalu aku menjadi pantai untuk birunya laut. Atau menjadi lebah untuk kelopak birunya mawar. Maka bagaimana pula bila bahkan aku mengenal selain biru? Yang menenteramkan hatiku. Yang menenangkan intuisi-intuisi negatifku tentang sebuah perjalanan.

Ah, langit. Bagaimana jika aku berhenti mengagumi biru? Akankah kau tetap akan diam saja? Kumohon. Engkau mempunyai mega. Kumohon, jawablah, “Bukankah aku juga tidak selalu biru? Bukankah terkadang aku menguning bahkan memerah dalam senjaku?”. Kumohon, jangan hanya diam. Perlihatkan mega-megamu yang menggelombang. Perlihatkan padaku tentang gradasimu yang membuat manusia tertegun di bumi. Kumohon. Karena mungkin saja, aku akan berhenti mengagumi biru.

Walau aku selalu ingin setia menunggu malam yang dijanjikan langit.

Rumah,

8 Februari 2012

20.55 WHH

2 thoughts on “Jika Tak Lagi Biru..”

bagaimana menurutmu? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s