Uncategorized

Hilang + Ikhlas = Kembali

Entah ini namanya suatu teori atau apa ya, saya menyebutnya keajaiban.

“Hilang+Ikhlas=Kembali.”

Tapi saya mempercayainya. Bahkan sudah berkali-kali Allah menunjukkan rahasia ikhlas itu. Dari hal yang sangat kecil, sepele, hingga sesuatu yang besar.

ikhlas

Ada beberapa cerita yang kebetulan saya alami sendiri atau bisa saya lihat langsung dari lingkungan sekitar saya. Simak beberapa ceritanya berikut ini yaa πŸ™‚

Saya pernah kehilangan jam tangan, warnanya biru. Sudah kebayang kalau ada kata BIRU pasti saya heboh. Jam tangan saya sebenarnya nggak mahal-mahal amat. Tapi BIRUnya itu yang membuat saya merasa kehilangan. Saya mencari-cari di kamar, di kotak perkakas, di tas, bahkan sampai tanya-tanya pos satpam di kampus. Tapi, nihil. Nggak ketemu. 😦

Bismillah, saya kemudian mencoba mengikhlaskannya, dan melupakan urusan jam tangan warna biru. Siapa yang menyangka? Seminggu kemudian, saat saya sudah benar-benar melupakan soal jam tangan itu, ada yang mengabari:

β€œHimsa, ada uang buat kamu, udah bisa diambil.”

Saya tersenyum. Uang itu kalau dibelikan jam tangan biru saya, mungkin sudah dapat 10 biji. Alhamdulillah, benar-benar rezeki yang tidak disangka. Min haitsu la yah tasib. Kun fayakun. πŸ™‚ Allah mengembalikan dengan cara-Nya yang indah. Yang lebih unik, ketika kita mensyukuri nikmat itu, Allah menambah nikmat tersebut.

Lainsyakartum Laazidannakum..Entah keajaiban, atau memang dari kemarin jam itu ada di sana, jam tangan biruku tiba-tiba ada dalam tas yang selalu kukenakan setiap hari. Setelah seminggu kemudian. Aku tersenyum lagi. Allah memang baik sekali yaaa πŸ™‚

Itu hanya soal jam tangan, Kawan. Apalagi hal-hal lain yang lebih dari itu. Subhanallah, betapa besar sekali dampak nikmat yang akan kita rasakan jika kita ikhlas. Allah hanya menguji kita. πŸ™‚

Ikhlas bukan berarti tanpa air mata, ikhlas bukan berarti tidak sakit, ikhlas hanya meyakini bahwa semua yang terjadi, semua yang datang dan pergi, semua yang ada dan tiada, adalah atas kehendak Allah SWT. Semua karena Allah. Bukankah memiliki dan kehilangan adalah sesuatu yang sederhana? Allah sejatinya memang selalu mengembalikan semua yang hilang kok, hanya saja mungkin dalam bentuk yang berbeda. Semoga kita (apalagi saya) selalu menyadarinya. πŸ™‚

Tetangga Langit

2 Februari 2012

20.35 WIB

12 thoughts on “Hilang + Ikhlas = Kembali”

  1. It’s great because it’s true. Gw juga pernah kehilangan jam, pas ngambil wudhu dilepas dan lupa diambil lagi. Ingetnya pas selese sholat dan pas dicari ditempat wudhu udah wassalam jamnya. Trus gw mencoba ut ikhlas, dan diganti dengan jam tangan ori. Jam tangan gw diganti lewat bokap, selain bersyukur gw juga ngucapin makasih ke bokap.
    So jangan lupa bersyukur dan berterimakasih, baru + makasih = sama-sama.

    *ini curcol, komen atau cerita dalam cerita ya?

  2. Subhanallaahhh himsa.. senang sekali bisa baca tulisan ini..menguatkan keyakinan di detik detik keyakinan ini mau runtuh.. terima kasih ya..

  3. Wah pas banget kak, kmaren aku jg baru kehilangan kotak pinsil sama headset kesayangan warna peach. Udah kelimpungan nyari kesana kemari g ketemu. Terus belajar buat ikhlas yg susah banget. Eh besoknya langsung ketemu di simpenin sama satpam kampus. Subhanllah bangett

    1. Tuh kan iya kan dek? πŸ™‚
      Kita bisa belajar ikhlas dr hal kecil. Aku sering bgt ngalamin. Mulai dr jam sampai kehilangan idaman hati #eh haha.
      Santai saja πŸ™‚
      Allah tahu yg terbaik.

bagaimana menurutmu? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s