Uncategorized

Ayin, Hanami, dan Ultraman Jepang

Kichijoji Tokyu Inn
Taman Inokashira (Kota Musashino)
5 April 201#

Ayin bahagia sekali pagi ini. Kalau biasanya yang dihirup ketika bangun tidur adalah udara Bogor, pagi ini Ia menghirup udara pagi sebuah kota yang baru pertama kali dijamahnya. Bukan di Indonesia, tapi di Jepang. Ia berada di daerah Tokyo sekarang. Bagaimana ia tidak bahagia? Ia berada di negara Ultraman, robot yang sangat disayanginya itu. Bahkan, ia bangun lebih pagi dari mama dan abinya. Lihatlah, si kecil berusia 3,5 tahun itu sudah menggeliat dan membangunkan mama dan abinya. Ia tidak sabar menikmati musim semi di negeri matahari terbit itu. (Walaupun sebenarnya Ayin juga belum tahu sih apa itu musim semi :p )
“Abiiii, banguuun. Abiiiiii.”
Abinya terkaget. Masih pukul 4.00 waktu setempat. Abi kemudian menyalakan lampu, memakai kacamatanya. Mama terbangun juga. Cepat-cepat memeluk Ayin. Wanita itu tetap saja gemas dengan tingkah laki-laki kecilnya itu.
“Mama, cepeettt. Jalan-jalan..”
“Tante Nara belum bangun jam segini, Sayang. Ini masih pagi sekali.”
“Ya sudah, ayo solat dulu.” kata Abi kemudian.
Mereka beranjak. Ayin menurut saja digendong mamanya. Oh iya, Tante Nara itu sahabat mamanya sewaktu kuliah di Jepang dulu. Musim semi tahun ini, Tante Nara akan menikah. Mama dan Abi diundang. Spesial sekali undangannya, bahkan hingga dibelikan tiket gratis Jakarta-Tokyo. Tante Nara itu memang baik sekali. Bagaimana mungkin mama dan abi menolak tawaran itu? Ayin tentu saja yang paling bersemangat mendengar kabar mereka akan ke Jepang bulan lalu, ketika Tante Nara menghubungi mama. Sebenarnya ia tidak tahu apa itu Jepang sih, ia hanya ingin ketemu Ultraman saja. Tidak lebih.
Yang menarik, kunjungan mereka ke Jepang kali ini juga bersamaan dengan Hanami, sebuah tradisi unik masyarakat Jepang dalam menyambut Musim Semi. Jadi, sebelum datang ke pernikahan Tante Nara dua hari lagi, pagi ini, kelurga kecil itu akan menggelar tikar di Taman Inokashira (Kota Musashino) untuk menikmati Cherry Blossom bersama warga Jepang yang lain.
Setelah mandi, dan berbenah, pukul 06.00 waktu setempat mereka keluar. Untuk sekadar jalan-jalan sih. Ayin sudah bahagia sekali. Wajahnya yang putih memerah. Seperti biasa, ia berdiri di tengah, menggandeng tangan mama dan abinya.
“Hi, your son? Oo, so funny..” itu Tante Nara. Yang langsung saja menyambut Ayin begitu melihat wajah Mama dan Abi.
“Yeah.. You can call him Ayin.” Jawab Mama sambil memeluk Tante Nara. Disambut-seperti biasa- senyum Abi yang selalu bangga kalau si kecil Ayin dipuji.
“Mama, mana Ultamennya?” Ayin mulai gemas dicubit-cubit pipinya oleh Tante Nara.
Mama tidak menanggapi pertanyaan Ayin, malah asyik ngobrol dengan Tante Nara, membuat Ayin semakin sebal. Lihat saja mulutnya yang manyun itu. Ia melirik Abi, Abi tahu maksud jagoannya itu, Abi pun jongkok, menyamai tinggi Ayin. Si kecil Ayin berbisik, “Itu pasti Tante Ultamen ya, Abi?” Abi tertawa, lalu memeluk Ayin, gemas pula.
“Let’s we have a great Hanami here. I bring you special Sashimi. I remember, you like it so much.”
“I like it too.” Sahut Abi. Bagaimana tidak? Abi kan ketularan Mama. Akhir-akhir ini menjadi penyuka masakan Jepang juga. Hahaha.
“Mama.. Abii.. Mana Ultamen? Tante ultamen itu bawa makanan apaaaaa?” Ayin tidak bisa berhenti protes.
“Sayaaang, siapa itu tante ultamen?” tanya Mama.
Abi berbisik di sebelah Mama. Tentu saja Tante Nara menyampaikan ekspresi ingin tahunya. Dan mama malah sengaja memberi tahu Tante Nara. Bagaimana Tante Nara tidak makin gemas pada Ayin? Ia kemudian menggendong laki-laki kecil itu. Ayin diam saja. Mulutnya masih manyun.
Mama dan Abi tertawa.
Bunga Sakura masih bermekaran. Hati Mama juga bermekaran. Ia bahagia bisa kembali ke kota ini lagi bersama “ultraman” kecilnya. Abi juga selalu menjadi yang paling bahagia, walaupun sedari tadi ia tidak banyak bicara. Sampai malam nanti, keluarga kecil itu akan menikmati Hanami. Ayin, tentu saja, masih mencari Ultraman-nya.
Allah memang selalu mengkaruniakan kebahagiaan pada berbagai hal di dunia ini. Mekarnya Cherry Blossom hanyalah satu dari tak terhitungnya keindahan ciptaan-Nya. 🙂

Tetangga Langit
6 Februari 2012
08.31 WLH

Adek Fath belum lahir ya, jadi jangan tanya-tanya soal Fatiha Azzahra di sini 😀

bagaimana menurutmu? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s