Cerita dan Celoteh

Pertanyaan Ayin

November 2018

Ayin melambai-lambaikan pesawat kertas kecil. Mama, seperti biasa masih mengomel, meminta pesawat kertas Ayin. Ayin tak peduli, sengaja sekali menerbangkannya ke sana ke mari. Adek Fath sudah tertidur sejak setengah jam yang lalu. Tapi Ayin malah asyik membuka kotak di meja rias Mama. Menemukan pesawat kertas itu.

“Ayiiin, jangan bandel deh. Nanti Mama bilangin Abi ya..”

“Abi kan belum pulang, Ma. Haha.”

Saat itu, Abi justru datang, “Mainan apa sih, Sayang?”

“Pesawat, Abi.” sahut Mama sambil sedikit manyun.

“Masa Mama nggak ngebolehin aku main pesawat ini.” Ayin melempar lagi pesawat kecilnya.

Abi menangkap pesawat kertas itu, melempar lagi pada Ayin, berkedip ke arah Mama. Lalu mendekati perempuan yang sedikit mendengus sebal itu. “Biarin aja, mana kertas?” Abi duduk di sebelah Mama.

“Buat apa kertas?” Mama masih sedikit jutek.

“Udah, bawa sini.” Abi malah tersenyum, mama mengambil secarik kertas, diserahkan pada Abi. Abi memainkan kertas itu. Taaaraaa.. Jadilah sebuah pesawat kecil lagi. “Yang itu buat Ayin, ini buat Mama.”

Mama tertawa, pipinya semu memerah. “Abi ada-ada aja ya.”

“Ya masa Mama rebutan pesawat sih sama Ayin.”

“Biarin, Abi, pesawat itu kan bukan dari Abi. Kenangan. Wajib disimpen.” Mama menarik pesawat kecil yang baru saja dibuat Abi.

“Emang dari siapa?”

“Razif.”

“Nah Abi namanya siapa?” tanya Abi lagi.

Ayin masih bermain pesawat kertasnya. Mama memainkan pesawat yang baru saja diberikan oleh Abi.

“Razif.”

“Nah, berarti?”

“Tetep bukan Abi dulu yang ngasih. Razif.”

“Hfffff..Ya udah sekarang mana pesawatnya.” Abi menarik lagi pesawat kertasnya. Kemudian berdiri di depan Mama. “Ini dari Razif untuk Farikha.” Abi menarik tangan Mama, memberikan pesawat kertas itu. Farikha diam, wajahnya semakin memerah. Razif malah sengaja menggodanya. Pesawat itu kemudian ditariknya lagi. “Ayiiiiin, Abi punya pesawat lagi, Sayang.”

Ayin cepat menghambur. Hap. Pesawat baru di tangannya. Pesawat yang satunya dilempar lagi ke arah Mama. Mama manyun.

“Cieee marah ya?” goda Abi.

Mama diam saja, mengambil lagi pesawat lamanya, lalu menyimpannya. “Razif nggak pernah berubah ya. Suka iseng ke Farikha. Padahal udah jadi Abi. Dua lagi anaknya.” Mama menggerutu sendiri.

“Abiiiii, Ayin tanya dong.” Belum selesai Abi tertawa oleh gerutuan Mama, Ayin sudah menghambur. Sekarang duduk di sampingnya.

“Tanya apa, Ayin?”

“Abi kenal Mama sejak kapan sih?”

“Hmm, lamaaa sekali. Kenapa?”

“Sebelum ada Ayin ya, Bi?”

“Bertahun-tahun sebelum ada Ayin.”

“Abi dulu sekolah bareng sama Mama?”

“Iya. Kenapa, Ayin?”

“Kok mau sih Abi sekolah bareng Mama?”

“Ayiiiiiiiiiiin.” Mama memeluk Ayin. Gemas.

“Mamaaaa, nanti Adek Fath bangun.” anak empat tahun itu tiba-tiba berlagak sok dewasa, membuat mama dan abinya terkekeh, juga heran.

“Jadi Ayin beneran mau tahu sejak kapan Abi kenal Mama?”

Ayin mengangguk polos. Sedikit menguap.

“Abi kenal Mama udah laaaaamaaaa sekali. Tapi Abi juga lama nggak pernah ketemu Mama.” terang Mama.

“Tapi sekarang ketemu terus ya, Ma?” Abi tersenyum.

“Emang lamanya kapan, Ma?”

“Pas sekolah, dulu itu Abi jahil, kaya Ayin.”

Mereka kemudian bercerita. Ayin sebenarnya sudah tertidur sejak pertanyaan terakhirnya dijawab. Tapi Abi dan Mamanya asyik saja mengenang cerita mereka. Abi bahkan lupa, dia sama sekali belum berbenah sejak sampai di rumah tadi.

“Tapi skenario Allah itu indah banget ya, Ma. Abi nggak pernah nyangka bakal kaya gini.”

“Mama juga. Tapi sekarang Abi ganti baju yaaa, mandi, bersih-bersih, bauuuu.”

Abi tertawa. Mama juga. Mereka baru saja mengenang cerita mereka.

<to be continued>

Pojok Biru 2,

6 Okt 2011

16.36

Ini sekilas cerita Farikha dan Razif (Mama dan Abi)Β : Ku Gantungkan Namamu PadaNya

1 thought on “Pertanyaan Ayin”

bagaimana menurutmu? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s