Cerita dan Celoteh

Jangan Katakan Aku Hebat

Kawan, mungkin aku terlalu bahagia senja di Ramadhan ke-2 kemarin. Mungkin aku terlalu bahagia karena untuk pertama kalinya tulisanku-yang sebenarnya adalah ocehan-ocehanku di blog kampus mendapat predikat terfavorit. Mungkin aku terlalu bahagia karena akhirnya penaku bercerita. Mungkin hatiku terlalu membuncah karena setidaknya sedikit tabir mimpiku tersingkap.

Tapi Kawan, jangan katakan aku hebat. Sesungguhnya kalian lah yang lebih hebat. Kumohon, jangan katakan aku hebat. Aku takut akan merangkak dari berdiriku atas pujian-pujian itu. Aku bahkan takut kemudian tertidur pulas dari lariku. Aku sadar, Allah sedang mengujiku, lenakah aku atau melesat hebat seperti kuda dibecut. Aku sadar, Allah sedang menguji usahaku dengan setitik cahaya atas ribuan watt cahaya terang yang masih bisa diraih oleh siapapun jika ia mau. Sesungguhnya kalian lah yang lebih hebat. Motivasi kalian, semangat dalam ukhuwah yang begitu indah, semangat untuk saling mengingatkan. Sesungguhnya, kalian lah yang benar-benar hebat. Kawan, kumohon, caci aku atas semua ini. Atas kelenaanku yang masih begini-begini saja. Atas diamku selagi aku masih bisa lari. Atas bahagiaku yang terlalu. Karena untuk aku yang masih belajar memanajemen emosi, dipukul dengan cacian jauh lebih cepat membuatku gesit berlari daripada dielus dengan pujian.

Aku takut tidak bisa bertanggung jawab atas kata ‘hebat’ yang kalian sematkan padaku. Aku takut. Tapi semoga, Allah mengizinkan semangat di dada kita semua berkobar indah dengan istiqomah untuk terus menghebatkan diri, bukan untuk siapa-siapa, tapi untuk meraih ridlo Allah. Karena aku percaya, kita semua bisa menjadi hebat dengan kemampuan masing-masing.

Terima kasih, Kawan. Sesungguhnya aku hanyalah manusia yang sering kalah pada hidup. Terima kasih sudah bersedia membaca ocehan-ocehanku. Semoga suatu saat penaku semakin bercerita. Semoga melalui pena, aku bisa bermanfaat untuk sesama. Terima kasih kawan, apresiasi kalian semakin membuatku bangkit. Terus ingatkan aku. Terus ingatkan aku. Karena bagiku, sahabat sejati adalah mereka yang selalu berkata benar kepada sahabatnya, walau pun itu pahit. Saya tunggu kritik dan sarannya ya. 🙂

Rumah,

3 Agustus 2011

13.53

bagaimana menurutmu? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s