Cerita dan Celoteh

Marmutnya Lepas, Payah..

Ada ‘ehem’ yang sedikit mengganggu malam ini. Harusnya dua marmut itu sudah bisa terpenjara dengan baik di kandangnya. Tapi malam ini aneh. Rasanya sudah lama sekali nggak merasakan sensasi aneh ini. Sensasi aneh yang sempat bikin jantungku tiba-tiba berdetak begitu cepat. Aneh. Aneh. Aneh. Aku menggumam sendiri, untuk beberapa detik terasa sulit sekali mengembalikan diri ke alam ‘sadar’. Marmut-marmut itu begitu menyebalkan.

Harusnya mereka sudah terkungkung rapi dalam kandangnya. Hanya perlu kuintip beberapa saat. Tapi malam ini seperti ada yang membuka kandangnya. Salah satu marmut itu keluar dari kandangnya, menggangguku. Bodoh, harusnya ini bukan masalah besar. Harusnya aku lebih bisa mengontrol diri dengan baik. Tapi zzz, jlebeb begitu saja, tanpa perlu koordinasi dengan mataku, hatiku sudah terasa aneh saja. Cemilan di sampingku yang dari tadi tidak berhenti masuk ke mulutku tiba-tiba terasa pahit. Tanganku mendingin, bahkan saat mengetik ini pun, aku masih dalam proses mengembalikan kurva hati yang tiba-tiba tidak beraturan ini. Marmut yang satu ini paling menyebalkan. Senang sekali menggangguku.

Rasa lapar menghilang. Tapi bersamaan dengan ini, api semangatku seperti tersiram bensin. Aku harusnya bisa lebih baik. Marmut nakal ini hanya membuktikan padaku bahwa kuncinya masih berada di tangan yang sama. 🙂 Ah biarlah. Uniknya, marmut nakal ini, dalam beberapa menit yang tak lama, tiba-tiba saja diambil oleh sang pemiliknya. Terkunci lagi dengan indah. Walau sensasi lolosnya marmut yang begitu tiba-tiba belum hilang, aku menjadi lebih baik.

Well, malam ini aku harus membuktikan bahwa urusan ini hanyalah tentang semangatku untuk terus merangkaki tangga ilmu hingga dapat kutempatkan tempat tertinggi untuk impianku. Urusan ini kusepakati dengan hatiku tidak akan membuatku goyah. Keluarnya marmut ini dengan tiba-tiba hanyalah ujian dari-Nya akan sebuah konsistensi yang sudah kusepakati dengan hatiku sendiri.

Beberapa menit lalu yang begitu unik. 🙂

Pojok Biru 2,

Jumat, 22 Juli 2011

22.56

*Maaf kalau tulisan ini mungkin hanya bisa dimengerti oleh beberapa orang saja, atau bahkan mungkin hanya aku yang mengerti apa maksud sebenarnya. Sedang kembali ke aliran undefined sebentar. Hehehe.. Tapi aku tetap ingat pada tujuanku menulis, “inspirasi”. Lewat tulisan ini aku sebenarnya sedang belajar, belajar untuk konsisten pada kesepakatan kita dengan hati kita sendiri. Kalaupun tiba-tiba goyah, ini hanya suatu kewajaran, juga suatu ujian. Semua orang boleh sedih. Semua orang boleh jatuh dalam titik nol dalam hidupnya. Tapi yang membedakannya adalah bagaimana caranya bangkit dari itu semua. Bismillahirrahmanirrahim, semoga dengan menuliskannya, aku bisa lebih ‘diingatkan’ ketika tiba-tiba ‘lupa’ pada kesepakatan dengan hati sendiri.

Khoirunnas anfauhum linnas.

Semoga bermanfaat.

bagaimana menurutmu? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s