Cerita dan Celoteh

Karena Kita Memang Berbeda

Waktu berjalan, terus berjalan. Bukan, bukan aku ingin melumpuh karena membandingkan kehidupan yang sudah berbeda. Tapi kakiku melemas, persis ketika di ujung jalan aku menuju pintu bernama “BAHAGIA”. Kita mungkin akan mengalami frame of reference dan field of experience yang berbeda. Entah FOE dan FOR yang mana yang kau bawa dari sekelumit kebersamaan kita di waktu yang sudah lama. Aku menyadari ‘perbedaan’ itu. Memang benar jika pola pikir, kita sendiri lah yang menentukan, tapi lingkungan mempunyai porsi yang taksedikit dalam hal ini. Bukan, bukan aku menyalahkan lingkungan, apalagi takdir. Aku hanya menyimpan satu kata yang membuatku sesak.

Sesak? Masih pantaskah aku untuk merasa sesak setelah bertubi kebahagiaan kudapatkan di sini? Allah, bukan ku tak ingin bersyukur, tapi perasaan-perasaan ‘berbeda dari mereka’ ada begitu saja. Ah, kedewasaan, semangat, kerja keras, dan berbagai elemen positif itu jelas terasa lebih keras. Aku tidak sendiri, aku bersyukur, semangat-semangat itu masih membahana.

Sebenarnya aku ingin melangkah lebih mantap, berkata bahwa kita pun sama dengan yang lain, bahwa kita pun memiliki kesempatan yang sama, bahwa kita pun juga bisa menjadi yang terdepan, bahwa kita pun juga bisa berjuang seperti mereka. Tapi bukan itu kenyataan yang kudapat. 80% kenyataannya bukan begitu, banyak pasang mata tentu saja mengabaikan kita. Kalau tidak menjadi keras kepala dalam urusan ini, tentu saja kita akan terus statis bahkan mundur. Mental oh mental, ini tentang bagaimana tetap bermental baja, walaupun begitu banyak rintangan membelokkan. Mental oh mental, ini bukan soal bagaimana kita ditempa, tetapi bagaimana tetap menempa tanpa alat-alat penempa.

Kuatlah wahai hati, engkau membangun, engkau bukan penerus tapi yang akan diteruskan. Maka ciptakanlah sesuatu yang sangat baik untuk diteruskan. Engkau berjuang di jalan terjal sepi pejuang, tapi bukan berarti tak ada. Berdirilah, kuatkan otot kakimu yang melemas. Mantapkan hati. Bukan bagaimana terus menerus menyakiti hati mendengar kabar miring, tapi bagaimana membuktikan bahwa kabar itu memang miring dan tunjukkanlah pelurusannya.

Ah sudahlah, jalan masih begitu jauh, jika kita memang kelak berbeda, itu karena Allah memang begitu kreatif dalam menyutradarai setiap kisah-Nya. Biar kutenggelamkan satu kata yang membuatku diam malam ini. Mungkin ini karena aku akan mendapatkan sebuah privilese di suatu hari nanti. Tetap berdiri, buang malas dan singkirkan pikiran negatif. Allah mengikuti prasangka hamba-Nya. Suatu saat setiap tabir itu akan terbuka.

Jalan kita memang berbeda, semoga saja hati kita masih sama, berhimpun dalam jalan indah kepada-Nya.

Pojok Biru 2,

7 Juni 2011

00.31

-azaleav-

Begitu banyak cerita terlewat, atau ingin tersampaikan tapi teronggok di tenggorokan. Siapa yang tahu? Begitu banyak tawa mengembang, ah bagaimana dengan tawa mereka di sana? Mengapa harus terpikirkan? Karena terkadang aku juga ingin tawaku ada di sana. Bukan aku terbayang masa lalu, aku hanya berdamai dengan hati tentang perasaan-perasaan aneh ini. Karena saat seulas senyumku di sini mewarnai hari, aku terpikir, masih terlukiskah pelangi senyumku di sana?

Ah sudahlah, absurd juga menjelaskan perasaan yang absurd. Tetap tersenyum, mencoba mengerti, tanpa harus meminta untuk dimengerti. Ikhlas, ikhlas, ikhlas, sabar.. πŸ™‚

Jika kalian yang membaca coretan ini tidak mengerti, ini memang suatu kewajaran, karena ini memang bukan untuk dimengerti tentang mengapa aku menulis demikian. Tapi mengertilah apa yang aku tulis, bahwa kita harus selalu melangkah, bagaimanapun lingkungan melatarbelakangi. Bahwa kita harus tersenyum dan berdiri tegak lalu melangkah mantap, walau tiang perbedaan membentengi, walau beribu pasang mata mencerca, walau beribu hati tak mempercayai. Kita bukan generasi penerus, tapi yang akan diteruskan! Karena kita memang berbeda, karena kita memangΒ  harus berbeda untuk mencapai impian-impian itu. πŸ™‚

bagaimana menurutmu? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s