Cerita dan Celoteh

Mau Jadi Penulis?

Mau jadi penulis Himsa? Lihat deh perjuangan mereka..

Louis Stevenson, pengarang yang namanya membumbung lewat Dr. Jekyll and Mr. Hyde (sudah difilmkan dalam beberapa versi) dalam menulis novelnya, konon tak pernah merasakan kondisi yang sehat pada tubuhnya. Selama 14 tahun, dia bangun tidur dengan rasa sakit dan pergi ke ranjang dengan rasa lelah. Dia berpegang teguh untuk mempertaruhkan hidupnya sebagai pengarang. Dia berani menulis dalam keadaan apapun juga, kepala pusing, batuk-batuk berat bahkan muntah darah. Hanya dengan perjuangan total macam begini, Louis akhirnya berhasil (dikutip dari Majalah MOP, 183/ Nov 1997 dalam Tuhan sang Penggoda)

Charles Dickens juga. Di siang haru ia bekerja di perusahaan botol yang cukup melelahkan. Malam harinya-ketika teman-temannya mendengkur-dia bangun dari tidurnya dan menulis. Setiap malam dia menulis. Berpuluh-puluh tulisannya ditolak, tapi dia tetap menulis.

Michael Crichton menulis Emergency Room (ER) pada tahun 1974 ketika masih jadi Co. Ass. Di Fakultas Kedokteran. Karyanya baru laku di tahun 1990an dan jadi serial TV yang sangat populer, merebut 8 Emmy Award dan diputar di Stasiun TV 85 negara. (Budiman, 2010: 39-40)

Hhhh.. Hanya bisa menghelakan nafas panjang membaca kalimat demi kalimat dalam buku karya M. Arief Budiman itu. Siapa saya, berani-beraninya masih bermimpi menjadi seorang penulis? Ah, sepertinya saya harus meralat pertanyaan saya, bukan “Siapa saya?”, tetapi “Apa yang aku lakukan untuk bisa menjadi seorang penulis?” Jika nama-nama hebat itu memperoleh impiannya dengan cara yang tidak mudah dan penuh perjuangan, bagaimana dengan saya? Perjuangan berat apa yang sudah saya lakukan? Jika perjuangan berat itu hanya melawan mood dan menangkap ide yang berkeliaran, bukankah mereka juga begitu? Ah, Novi Ahimsa Rosikha, kamu masih ingin jadi penulis nggak sih sebenarnya? Kenapa masih begini saja?

Haiii, plis deh kalau masalah tugas yang menggeliat, si Dickens malah bekerja melelahkan setiap harinya, tapi ia merelakan malamnya untuk menulis, tanpa peduli bahwa ia belum membayar lelahnya. Mungkin baginya menulis adalah membayar kelelahan yang luar biasa. Lalu aku??

Hm..

Horison Biru,

13 Maret 2011

17.22

 

2 thoughts on “Mau Jadi Penulis?”

bagaimana menurutmu? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s