Cerita dan Celoteh

CEMBURU

Hmm… Bosan tidak tahu arah malam ini. Asal ngetik saja bersama salah seorang teman kosan yang justru mau saja menanggapi kegalauanku (malah ketularan dia). ZZZZzzzz… Sebenarnya tidak penting juga menulis tentang ini, tapi penting juga sih untuk menghilangkan rasa cenat-cenut malam ini. Hffft.. lalu kenapa judulnya cemburu?  Nggak tahu juga sebenarnya kenapa saya menulis judul itu. Ahh, benar-benar geje.. Padahal niatnya kan mau bikin bussiness plan? Uh, menulis lebih menyenangkan, daripada ******** ***

Karena saya harus bertanggung jawab pada judul yang sudah saya tulis, maka mau tidak mau (susah banget sih, padahal mau banget), tulisan ini harus bercerita tentang rasa cemburu. Ini adalah hasil perdiskusian saya dengan teman kosan saya (lagi). Cemburu itu sebenarnya lucu. Bahkan sepanjang membicarakannya kita justru tertawa, entah untuk apa. Cemburu itu menyesakkan, tetapi ketika mengingat suatu  kecemburuan, maka kita akan menertawai cemburu itu sendiri. “Ah bodohnya gue.” Mungkin bakal ngakak sambil menjitak kepala sendiri ketika kita mengingat tentang cemburu. Eh, tapi jangan harap itu hanya tertawa kesenangan, terkadang justru yang ada kita tertawa untuk meluapkan rasa sebel. 😀

Tapi membicarakan cemburu sebenarnya tidak melulu tentang cinta, bisa juga cemburu terhadap sahabat, terhadap orang tua, bahkan cemburu sama laptop, bisa jadi cemburu sama status fb. (Ahhh, makin ga jelas). Tapi ada cemburu yang paling indah yang pernah kudengar. Pernahkah kalian mendengar juga bahwa Allah Maha Pencemburu? Hm.. Jadi sedih, sudah berapa kali saya menduakan Allah, meratus-ratus, bahkan meribu-ribukannya… T.T (kan lebay lagi 😥 )

Kenapa tiba-tiba saya berpikir untuk mengkalisifikasikan tipe-tipe cemburu ya? Kring… Kring.. eh ada telpon.. Sepertinya saya harus segera kembali ke alam saya, bukan alam imajinasi nggak jelas ini. Oke, lanjutin lagi pekerjaan-pekerjaan itu. Tipe-tipe cemburunya mungkin bisa kita bahas lain kali, tugas-tugas saya sudah cemburu lagi karena terabaikan oleh kegalauan saya ini. Uhhh…

 

Pojok biru 2,

Jumat, 18 Februari 2011

21.19

 

*baru nyadar ini hari Jumat pantesan ga jelas. (apa hubungannya???) Maaf ya yang baca, saya sedang mengalami kegejean stadium akhir. Mohon bantuannya yak, bim salabim jadi apa. Tu kan tambah nggak jelas? Ah udah deh.. T.T Daripada nggak jelasnya dibiarin, mending jadi tulisan kan? Syukur-syukur ada yang baca, malah jadi renungan supaya nggak kayak saya.. hehe ^^

 

bagaimana menurutmu? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s