Uncategorized

Awas!! Pemalasan Global Menyerang Liburan Anda!

Libur telah tiba, libur telah tiba..

Hore, hore!! Hatiiiiku gembiraaaaaaa…

😀

Bagi para mahasiswa mungkin sebagian besar banyak yang sedang liburan. Bagi adik-adik yang kelas 6, 9, atau 12 mungkin sedang mengencangkan dahinya menghadapi latihan soal-soal persiapan ujian. (entah kenapa tiba-tiba kangen XII-IPA7 pas ngetik ini:D)

Bagi yang di kelas tengah, seperti kelas 8 atau 11 pasti lagi asyik-asyiknya main-main, banyak jam kosong karena guru-guru konsen ngurusin kakak kelasnya. (kalau bagian ini kangen ma SC8) yahaaa.. Baiklah, saya tidak mau membahas ke arah mana-mana. Seperti judulnya, langsung saja kita kembali pada bab PEMALASAN GLOBAL. Hal ini nggak ada hubungannya kok sama naiknya permukaan air akibat mencairnya es di kutub utara atau kutub selatan. (Eh tapi bisa juga sih dihubungkan, tapi saya lagi nggak mau meksooo :D).

Jadi begini teman-teman, pemalasan global dalam hal ini adalah naiknya permukaan malas dari dalam tubuh akibat mencairnya rasa semangat yang meluber ke mana-mana.

Karena meluber, semangat dari dalam diri sendiri justru hilang. Pemalasan global ini sebenarnya bukan sebuah virus melainkan suatu bakteri yang ada dalam setiap diri manusia. Bakteri ini bersifat jinak-jinak merpati (apaan sih? Sebenarnya bakteri apa merpati? :D) Maksudnya jinak-jinak merpati itu, bakteri ini akan berdiam saja kalau kita tidak bergerak dan akan menggerogoti tubuh tanpa kita sadari. Kalau ini merupakan sebuah virus, maka antivirusnya adalah BERGERAK. Tapi sayangnya ini tidak seganas virus. Iya, ini hanya sebuah bakteri, tapi jika kita membiarkan ia membangun istananya dalam diri kita, bakteri ini akan terus mengendap sehingga terjadilah pemalasan global yang mengakibatkan naiknya rasa malas dalam tubuh.

Efek dari pemalasan global ini ada dua, efek jangka pendek dan efek jangka panjang. Efek jangka pendek biasanya hanya berupa kenaikan rasa kantuk yang menyebabkan kita cinta mati sama kasur, bantal, guling, dan selimut. Bisa juga berupa naiknya nafsu ngemil (bukan nafsu makan, ini beda) sehingga ujung-ujungnya adalah ngabisin duit karena beli cemilan terus dan tentu saja ngegemukin badan (ya iyalah, kalau dalam bahasa jawa biasa disebut mantu-manganturu- ). Belum lagi tagihan listrik melunjak. Gimana nggak? TV hidup, radio hidup, laptop nyala, online lagi, ditambah lagi hp juga on terus. Wah wah wah, ngeri juga ya efek pemalasan global. Kasihan yang bayar listrik. 😀 Eits, itu baru efek jangka pendeknya. Gimana jangka panjangnya donk?

Hm, sebenarnya efek jangka panjang dari pemalasan global ini merupakan kelanjutan dari efek jangka pendeknya. Misal, karena saking cinta matinya sama kasur, guling, bantal, dan selimut, bangun pagi jadi telat terus deh, ujung-ujungnya nggak solat subuh kan? Saya mengklasifikasikan hal ini dalam efek jangka panjang karena urusannya sama Tuhan dan akan kita pertanggungjawabkan nantinya. Wew.. Efek lain, misalnya karena malas, kebanyakan tiduran, ngemil-ngemil nggak jelas, tubuh malah jadi sakit. Lha kok bisa? Iya, sakit dalam hal ini jadi tumpul. Otak nggak pernah diasah, kaki nggak pernah digerakin, tangan cuma gitu-gitu doang, mata ngadepin barang elektronik mulu. Waspadalah, ini nggak baik untuk kesehatan, karena ketika anggota tubuh tersebut nggak pernah dipakai begitu dipakai sekali akan langsung kaget dan mengakibatkan pegal-pegal berkepanjangan. Belum lagi yang malasnya sampai taraf malas mandi. Duh, hati-hati korengan yaa.. :p Efek lainnya, tentunya buat masa depan kita donk. Mau jadi apa kita nanti kalau kayak gitu terus. Ketika anggota tubuh kita masih bisa berfungsi dengan optimal, kita malah kebanyakan mengistirahatkannya. (CkkkKk, ini nyindir gue banget, “mau jadi apa kamu Himz kalau kayak gini terus????”) Yah, sebenarnya masih banyaaak efek jangka panjang dari pemalasan global tapi sepertinya otak saya juga sedang terkena pemalasan global (males mikir). GUBRAK!! Atau ada yang mau menyumbangkan ide lainnya?

Lalu siapa saja sih yang mudah terjangkit bakteri ini? Eh salah ngomong, bakteri ini kan ada dalam setiap tubuh manusia ya? Hmm, jadi sebenarnya siapapun bisa terkena efek pemalasan global kalau tidak bergerak. Namun, ada kelompok-kelompok tertentu yang biasanya susah mengatasi bakteri ini.

Satu, mahasiswa atau siswa yang sedang LIBURAN. Yaaa, seperti judulnya, bakteri ini paling susah diatasi oleh kelompok ini. Liburan sudah seperti magnet untuk kasur, bantal, guling, dan selimut. Liburan bagi mereka (termasuk saya) adalah sebuah waktu untuk balas dendam setelah sekian lama bereaksi dengan tugas-tugas, kuis, presentasi dan para sahabat karibnya. Karena adanya anggapan itulah, bakteri malas paling mudah berkembang biak. Pas liburan, orang-orang pada golongan ini merasa nggak ada kerjaan, jadi seolah-olah bingung mau ngapain, saat itulah, bakteri seperti mendapat suntikan untuk berkembang biak. Jadi berhati-hatilah, jangan sampai liburan Anda digunakan bakteri untuk berkembang biak.

Golongan kedua yang mudah terserang pemalasan global adalah mereka yang sedang ngampus atau sekolah tapi nggak punya tugas. Dasar! Padahal waktu seperti itu merupakan waktu senggang buat mengerjakan aktivitas lain di luar akademik. Sudah dibilang bakteri ini jinak-jinak merpati, saking jinaknya sampai nggak kerasa kalau sebenarnya lagi beranak pinak.

Golongan ketiga adalah golongan terakut, artinya mereka sebenarnya adalah orang-orang dengan banyak tugas dan kegiatan yang menanti, tapi nggak ada yang dikerjakan karena terserang pemalasan global versi akut!!! Parah sekali yang ini, artinya kerjaannya nggak jelas mulu tiap hari, nggak peduli liburan, kuliah, sekolah, atau tugas bejibun sekali pun, hobinya nempel terus sama kasur. Ckckckk..

Nah lalu gimana ngatasin bakteri ini? Intinya, seperti yang sudah saya bilang, semua harus diawali dengan bergerak, move!!!! Karena sebenarnya ruang lingkup saya dalam tulisan ini adalah mengatasi pemalasan global ketika liburan saja, jadi tips untuk mengatasinya pun akan saya bahas untuk golongan pertama saja. (baca: males mikir lagi untuk yang lainnya :p)

Tips-tipsnya pun beragam, mulai dari yang nonekstrim alias enjoyable sampai yang ekstrim. Haha.. Saya mulai dulu dari yang enjoyable. Hal yang harus kita lakukan untuk menghindari efek pemalasan global adalah mengubah suatu kebiasaan liburan yang dapat meningkatkan rasa malas menjadi sesuatu yang melawan rasa malas. Lha? Semua juga tahu, caranya? Hm, mudah saja sebenarnya, kita tak perlu banyak alat dan bahan, kita hanya perlu menambah utility (daya guna) dari aktivitas tersebut. Intinya hubungin rasa malas sama sesuatu yang berkaitan dengan hobi kita. Misalnya kalau kita cinta mati sama kasur, bantal, guling, dan selimut, tambahin saja novel atau buku-buku bacaan. Jadi, walaupun kita tiduran, otak kita masih bekerja dan memperoleh informasi. Atau bisa juga sambil megang buku dan bolpoin, nulis deh. Kalau kamu penggila gadget, manfaatkan gadget kamu buat sesuatu yang bisa menambah informasi, searching berita, artikel, bikin gambar-gambar atau apa sajalah yang penting otak kita nggak tumpul. Jadi, walaupun tubuh kita nggak banyak bergerak, setidaknya otak kita masih bergerak dan kita masih menghasilkan atau memperoleh sesuatu. Itu cara paling simpel.

Cara lain adalah tentu saja bergerak dalam arti sesungguhnya. Kita harus melawan segala kemalasan dengan BERGERAK. Mandi, makan, solat, olahraga juga lumayan untuk mengisi kekosongan. Kalau tips ini untuk kamu yang nggak suka mikir berat-berat. Bisa juga main ke rumah teman, walaupun sekedar ngobrol ringan, tapi ini lebih baik daripada tidur di rumah, setidaknya untuk mempererat tali silaturahmi (asal jangan ngegosip aja :p).

Cara yang paling ekstrim adalah… Bangun pagi-pagi langsung mandi, bersihin kamar mandi dulu, bersihin kamar tidur, nyuci piring-piring di dapur, nyuci semua baju, nyuci rumah kalau perlu. Kalau masih malas-malasan alias ngantukan lagi, kotorin aja lagi semuanya terus bersihin aja lagi sampai rapi. #ini yang gila siapa ya? 😀

Sekian tulisan gila saya tentang pemalasan global. Kalau kutub es kembali mencair, itu adalah salah Anda tidak bisa melawan bakteri malas. (apa hubungannya coba?) hahaha.. Sekarang semua tergantung pilihan Anda, mau membiarkan bakteri itu berkembang biak menggerogoti diri Anda atau bergerak??? Make your move!! Kita bebas untuk memilih, tetapi kita tidak bisa memilih konsekuensi. : )

# sebenarnya tulisan ini saya buat untuk menyindir diri saya sendiri. Saya harap semua yang bersedia baca tulisan tidak penting ini tidak tersinggung apalagi sakit hati, karena semua contoh-contoh jelek saya ambil dari diri saya sendiri. Xixixixii.. :p

semoga bermanfaat : )

Bagi yang punya ide lain, baik tips atau apapun yang berhubungan sama pemalasan global silahkan komen yak, biar bisa saya terapkan. 😀

 

dalam keadaan pemalasan global juga,

Pati, 24 Januari 2011

22.42 WIB

bagaimana menurutmu? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s