Cerita dan Celoteh

Who is me??

Entah sudah beberapa hari ini, aku seperti bukan diriku. Kenapa ya?

Aku bahkan kehilangan jawaban atas pertanyaan biasa, Siapakah aku ini??? Apa yang aku lakukan kadang takseperti apa yang ada dalam hati, seringkali berbenturan. Sudah seperti seorang paradoks saja. Aku ingin mencuat keluar. Entahlah, tak peduli dengan keanehan kata mencuat yang aku pakai. Aku ingin pergi dari sesuatu yang biasa membuatku diam. Ada yang aneh, ada yang mengganjal, ada yang tidak seperti biasa. Atau aku memang sudah bosan menjadi biasa?

Sekarang, bahkan aku tak tahu sedang menulis apa. Aku ingin berbagi jika mungkin ada yang merasa sama denganku yang menjadi seorang paradoks akhir-akhir ini. Kadang, aku ingin menangis sendiri, tapi terkadang juga tertawa sendiri, lalu menyesal kenapa harus bicara, tapi juga takjarang aku menyesal kenapa aku harus diam saja. Seperti orang gila? Iya, mungkin bisa dibilang begitu. Mau berkata aku lebay? Tak tahulah. Lebay itu berlebihan, sedang aku menyampaikan apa adanya. Titik.

Koma.

Diam.

Kosong.

Aku ingin mematahkan bolpoin.

Ada yang basah di pipiku. Mungkin hujan. (Hujan dari mana?)

Koma.

Titik.

(?)

 

Sebegitu mengganjalnyakah perasaanku?

 

 

 

Aku kenapa? Kenapa aku ini? 😀 😦

Memang benar, ada kalanya manusia ingin kembali ke titik nol hidupnya. Kapan titik nol hidup seseorang? Ketika jiwa benar-benar tidak mendapat pengaruh apa-apa, ketika garis x dan y tepat bertemu. Saat ketika semua yang ada memanglah diri kita yang sebenarnya. Saat ketika semua perasaan takut, sedih, atau apapun itu hilang. Hanya ada diri kita, semua pengakuan yang terkadang ada yang terpendam, semua diam yang membuat kita sakit, semua resah yang membuat kita tak mengerti, semua keluh kesah yang hanya kita dan Pemilik Jiwa yang mengetahui. Ada saat seperti itu. Saat seperti itulah, aku mulai bertanya pada diriku sendiri, siapakah aku ini???? Tapi sayang, tidak semua pengakuan di titik nol itu bisa kubagi pada siapapun, bahkan pada orang-orang yang berada dalam titik nol hidupku. Ironisnya, saat kita berada dalam titik nol ternyata menambah sakit luar biasa ketika kita masih hanya diam, membiarkan kondisi titik nol, atau mungkin hanya bercerita pada secarik kertas yang memang tidak bisa berbicara apa-apa. Hanya Allah yang mengerti, hanya Allah yang bisa menyejukkan lagi keringnya hati, hanya Dia yang sanggup meneteskan air mataku kemudian membuat perasaanku lega. Kenyataannya, kita tidak bisa terus-terusan mengondisikan diri dalam titik nol. Kita butuh pengaruh positif yang bisa membawa kita maju dari titik nol itu. Tapi saat ini.. Aku benar-benar sedang stagnan dalam titik nol!

Saat seperti inilah, aku rindu pada orang-orang yang bisa membawaku lari atau terbang bebas dari titik nol ini. Aku rindu orang-orang yang mengerti bahwa aku memang sedang berada dalam kondisi aneh dari hidupku, tanpa sedikit pun aku mengatakannya. Aku merindukan mereka semua!! Mereka yang tidak mengatakan aku gila, walaupun kenyataannya begitu. Mereka yang mendengarkan ocehan-ocehan tak bermakna yang sebenarnya itu adalah kondisi terjujur dari hidupku. Mereka… Mereka ada di mana-mana, tapi tak satupun di sini. 😦

 

Diam.. Diam.. Diam.. Sekarang pun aku sedang melakukan hal bodoh.. Bisakah cara ini membawaku berjalan dari kondisi nol ini???????????????

6 thoughts on “Who is me??”

  1. Rasanya q pun merasa demikian, mrasa kesepian disini, di kota perantauan.
    //Setidaknya q menangkap tulisanmu seperti itu, atau q salah

bagaimana menurutmu? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s