Uncategorized

Menjadi Ibu Rumah Tangga, Why Not??!

Bukannya saya sok jadi ibu-ibu, delapan belas saja belum. 😉 Tapi tidak tahu kenapa, tiba-tiba terlintas di benak saya tentang hal ini. Iya, tentang sesuatu yang akan menjadi pilihan kita nanti sebagai perempuan. Lalu, kenapa menjadi housewife? Hahaha, silahkan tertawa Teman-teman!! Hari gini jadi ibu rumah tangga, nggak jaman lageeeee…

Iya ya, emang udah gak jaman, apalagi ada kesetaraan gender juga. Katanya kita sebagai kaum hawa tidak boleh diinjak-injak oleh kaum adam (bukannya gak boleh, tapi ya emang mati kalau diinjak-injak donk.. :)). Katanya lagi, kita harus bangkit, tidak boleh terus-terusan dianggap sebagai kaum yang lemah. Konon, menjadi ibu rumah tangga adalah style kuno yang melilit perempuan, menjadikan kita lemah sehingga tidak punya kebebasan dan menjatuhkan harga diri kita. Ada yang bilang, sudah saatnya perempuan di depan. Apalagi ya? Hem.. Wah wah wah, kalau begitu aturannya, saya kok jadi kasihan sama kaum adam ya, bukannya dengan begitu harga diri mereka justru akan terinjak-injak? Nah lho?

Harga diri.. Sebuah frase yang cukup rumit untuk diartikan. Bagi saya, menjaga harga diri adalah menjaga kodrat kita sebagai makhluk Allah Swt. Kita, sebagai kaum perempuan tentulah tahu apa dan bagaimana kodrat kita. Tidakkah ingat dengan kisah penciptaan Adam dan Hawa? Seperti cerita-cerita, Hawa diciptakan dari tulang rusuk Adam. Dengan kekuasaan Allah, maka dari tulang rusuk itulah lahir Hawa dan kita, perempuan, sebagai kaumnya.

Dari paparan sedikit cerita di atas, tahu dong mana yang lebih layak untuk memimpin? Yap, kaum Adam memang diciptakan untuk memimpin. Jadi, memang sudah sewajarnya kita patuh pada laki-laki. Eits, tentunya kalau si laki-laki menjadi suami kita. Dialah yang punya tanggung jawab atas hidup kita juga hidup anak-anak kita kelak. Kita sebagai perempuan punya fitrah sendiri, seperti melayani, mendidik anak, menjaga harta suami dengan baik, dan sebagainya. Inilah konsep kesejajaran yang sebenarnya menurut pendapat saya pribadi. Kesejajaran atau kesetaraan bukan kepadanan. Karena laki-laki dan perempuan pada dasarnya memang tidak sama.

Lalu, bukannya dengan begitu kreativitas kita sebagai perempuan akan mati?? Bodoh sekali kalau kita beranggapan dengan menjadi ibu rumah tangga kita akan statis dalam kegiatan yang itu-itu saja. Baiklah, saya menawarkan konsep ibu rumah tangga yang ideal menurut saya (ceile, sok penting, boleh tidak dipercaya kok, hehe). Menjadi ibu rumah tangga yang sholihah, taat, berpenghasilan dan tentunya berpendidikan. Sebenarnya itu cita-cita pribadi saya. 🙂

Katanya ibu rumah tangga? Ya gak perlu pinter-pinter dong, lulus SD juga bisa. Kalau berpengahasilan sama aja bukan ibu rumah tangga dong namanya?? Stooop.. Saya tahu Anda sedang protes, hehe. Justru itu, agar ibu rumah tangga tidak dianggap kolot dan kelas bawah lagi, kita sebagai perempuan harus bisa kreatif. Selama ada biaya, bahkan tak ada biaya sekalipun, kita wajib tetap berusaha menempuh pendidikan setinggi yang kita mampu. Ini penting untuk bekal kita. Kalau kita cerdas, kita akan lebih pandai mendidik anak, cara pikir kita lebih terbuka dan memiliki orientasi yang matang. Kita juga tidak mudah ditipu kaum Adam kan? 😀

Kenapa harus berpenghasilan? Yeah, kita tahu, sebagian perempuan adalah makhluk yang boros, setidaknya kita tidak terlalu banyak meminta pada suami jika kita punya penghasilan sendiri. Walaupun sebenarnya kriteria ibu rumah tangga yang sholihah salah satunya adalah tidak boros dan bisa menjaga harta suaminya. Tapi kita bukan asal-asalan lho supaya dapat penghasilan. Tentunya bukan arisan sana-sini dan merumpi. Hm, kita bisa tetap berpenghasilan dengan menjadi ibu rumah tangga. Tentunya yang kita lakukan sama sekali tidak mengusik aktivitas kita sebagai housewife. Misal dengan menulis, kita tidak perlu banyak waktu untuk meninggalkan rumah. Bisa juga dengan membuka usaha kecil-kecilan di rumah, atau menjadi guru ngaji, serta masih banyak lagi. Bagaimanapun menjadi ibu rumah tangga yang berpenghasilan adalah poin plus alias bonus atas kekreatifan kita. 🙂

Aspek terpenting tetaplah menjadi yang taat dan sholihah. Dengan begitu, saya yakin, kasus perceraian bisa turun, karena suami akan sayang sekali pada tipe-tipe istri seperti itu. Saya kira hanya laki-laki yang tidak wajar yang masih menyia-nyiakan istri yang sholihah. 🙂

So girls, bismillahirrahmanirrahim. Semoga kita selalu terjaga dan bisa menjadi wanita shalihah. Amiiin..

Pojok Biru II

Jumat, 27 Agustus 2010

15:32 WIB

4 thoughts on “Menjadi Ibu Rumah Tangga, Why Not??!”

bagaimana menurutmu? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s