Cerita dan Celoteh

UNDEFINED (???!!)

Pikiran saya sedang flat. Datar sekali, nggak tahu kenapa. Tiba-tiba tadi pengin nulis tentang cinta, lama-lama ternyata topik cinta juga membosankan. Terlalu banyak dibahas. Pasti setiap hari kita mendengar lima huruf itu. Entahlah, saya juga tidak tahu kalau nanti tiba-tiba tulisan ini mengarah ke sana. Saya benar-benar tidak tahu. Saya cuma mau nulis aja, daripada semakin berdiam tak beride. Ya sudahlah, pokoknya lanjut aja deh..

Jadi gini, mungkin saya ini sedang jatuh cinta tak terdefinisi. Mungkin juga telah terjadi presipitasi dalam hatiku, sehingga ada sesuatu yang mengendap. Ada sesuatu yang terasa perih, ada sesuatu yang rasanya biasa-biasa saja, ada seonggok kata tak berhuruf dalam endapan hati ini. Hei, ada apa dengan saya? Mungkin jiwa saya sedang merangkaki integral tapi belum apa-apa sudah terkena imbas derivatif. Terlalu sulit mendefinisikan angka-angka tak berjumlah yang mengais lembah lara.

Jujur, saya ini tidak tahu sedang berbicara apa, saya cuma mau menulis. Itu saja. Saya tidak peduli ini tulisan apa. Kalau boleh saya bilang, coretan cakar ayam bahkan lebih bagus dari ini. Tapi hati saya bukan cakar ayam. Walau tanpa huruf, ia tetap ingin berkata. Ia tetap ingin tereja dengan jelas, walau ia tahu sebenarnya ia adalah sisi abaktinal. Mungkin ia merindu zabarjad di ujung permata. Tapi lagi-lagi hati ini bisu, walau diamnya bicara. Bagaimanapun perasaan memiliki xenoglosia.

Saya tidak mau menjelaskan panjang lebar lagi tentang hati saya yang saya sendiri juga tak mampu mendefinisikan sebenarnya ia sedang ke mana. Mungkin Anda lebih tahu saya ini kenapa. Mungkin jika hati bereaksi dengan reaksi elektrolisis, maka hatiku sedang bingung untuk membentuk reaksi itu. Reaksi katode belum terdefinisi dengan jelas, apalagi anode, hatiku tak tahu apakah ia ion halida, OHΛ‰, ion logam dengan E0> -0.83, atau mungkin anion selain halida. Atau jangan-jangan dia inert sehingga tak ikut teroksidasi??? (Buku kimia bilingual kelas XII halaman 76) πŸ˜‰

Ahhh, semua itu masih saja berkedip antara rhodopsin dan iodopsin retina mata hati, bergetar dalam setiap korpuskel, tapi seakan tuli lobus temporalis. Dengan seenaknya saja melewati medulla spinalis, menerjang dendrit dan neurit. Lagi-lagi, saya masih tak bisa memaknainya, apalagi bila hanya cerebrum yang mengindra.

Saya tak akan menunggu apa yang saya tunggu, karena ku tahu pasti tiada hak untukku menunggu. Tapi bagaimana saya harus mengingat bahwa ingatan itu tak boleh aku ingat? Sementara tentang yang yang ku tunggu dan kuingat terus membuat saya ingat untuk menunggu.

Hasilnya, semua semakin samar dalam kegamangan ilusi yang meringkuk dalam aliran darah. Seperti hanya diam dalam jelaga, tapi tak mungkin karena sesak mengendus. Saya ingin terbang, bernafas tanpa udara, tapi mana mungkin?? Huaahhh, kata-kata tak berhuruf justru semakin berjibaku membentuk kalimat-kalimat tak berkata. Angka-angka tak berjumlah semakin asyik berkomutatif dengan tidak sama dengan. Fungsi-fungsi kehilangan domain malah berani berintegral bebas, padahal jelas ia akan mengalami derivatif. Jantung berderung. Takut.

Pada siapa lagi tentang ingatan dan penantian akan bercerita? Hujan gerimis? Ini bukan pretensi. Ini hanya tentang privilese yang tak berani saya putuskan sendiri. Belum selesai cerita menjadi kata, luluh lantah sudah harap tiada. Yang ada hanya undefined, sampai Dia memutuskan.

Pojok Biru

Selasa, 13 Juli 2010

22:33:55 WIB

6 thoughts on “UNDEFINED (???!!)”

bagaimana menurutmu? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s