Cerita dan Celoteh

Coretan Balas Dendam (Super Tidak Penting)

Akhirnya saya hanya melamun, tulisan yang saya gadang-gadangkan bisa selesai pun akhirnya mandeg. Iya. Mandeg. Sudah stop. Tidak hanya mandeg bahkan hilang sebagian. Ada apa dengan Microsoft Word saya? Huh.. setelah tiba-tiba tidak bisa di save, aku memutuskan berhenti sejenak, melamuni tulisan tadi, lalu ku baca lagi. Ah, rasa-rasanya terlalu bertele-tele, entah apalagi yang bertahta di pikiran saya menguasai semua akal sehatku.

Aku jadi semakin malas ketika aku membuka fb, huh, bahkan aku lupa racun yang harus dihindari saat sedang menulis adalah FACEBOOK. Iya, nikotin yang satu ini tidak berasap tapi bila dihisap cukup berbahaya untuk meracuni ‘paru-paru’ saya. Bukan, saya bukannya mau menyalahkan fb, saya mau menyalahkan diri saya sendiri. Huh, lagi-lagi bosan mungkin jadi alasan. Ah, bukan juga, bosan atau tidak kan tergantung kita sendiri?? Ya sudahlah, satu-satunya tersangka yang harus saya tahan adalah ego dan emosi (katanya satu? Entahlah).

Tapi sayangnya dua hal ini justru bermain-main dalam tahanan yang saya ciptakan. Ah, aku memang terlalu tolol menahan tersangka itu di pikiran saya, yang ada mereka justru bertahta dan mengobrak-abrik sistem otak. PARAH! Saraf saya sudah tidak mau berkoordinasi dengan baik. Ia juga ikut-ikutan main-main di otak saya, menambah KACAU semuanya.

Huh.. lagi-lagi balas dendam membuat saya menari di atas tuts tuts hitam yang ku bilang selalu menyebalkan ini. Justru terasa sangat lancar sekali. Eits, lancar?? Balas dendam? Apa maksudnya?? Iya.. Saya mau balas dendam pada diri saya sendiri. Selalu menyebalkan. Ingat diriku, kamu ini MENYEBALKAN. Bagaimana tidak? Susah sekali diatur, disuruh diam sebentar saja nggak mau. Bosan ya bosan, tapi kalau dinikmati juga nggak bosan. Bukannya menghisap nikotin menyebalkan itu justru menambah kekacauan sistem di otak??

NOVI AHIMSA ROSIKHA. Itu nama saya. (Iya, udah tau). Tadi, nama itu sedang asyik menyelesaikan sebuah tulisan tentang pengalaman hari ini. Juga pelajaran yang saya peroleh, bahwa sabar itu amat penting, bahkan untuk hal sesederhana apapun. Sebenarnya cukup asyik menyelesaikannya. Tapi tiba-tiba Ms. Word error dan menghilangkan beberapa ketikan saya. Ah.. saya muak. Sebelum akhirnya memutuskan untuk membuat tulisan coret-coretan ini, saya menghisap lagi nikotin itu. Huh.. pengin teriak!! NOVI AHIMSA ROSIKHA ternyata menyebalkan sekali.

Hei, sudahlah Him. Ayolah sadar.. apa yang menyebalkan? Iya, betapa tidak menyebalkan kalau si Ahimsa itu ternyata cerewet sekali juga tidak bisa memegang komitmen pada dirinya sendiri?? Intinya dia sedang dijajah oleh tahanannya sendiri. Dan dia kalah. Memalukan bukan??

Untunglah Ahimsa masih bisa bangun. Jari-jarinya masih mau membalaskan dendamnya. Ayolah, sadar Him! Dan akhirnya saya membuat coretan ini. Entah apa isinya. Sepertinya inilah jawaban saya sebenarnya kenapa tiga hari ini saya berhenti menulis? Iya, lagi-lagi tentang kesabaran. Saya tidak belum sabar melawan emosi yang bergejolak kuat.

Ayo Himsa semangat nulis ya?? Masa sama yang begitu aja kalah? Malu donk.. 😀

Tulisan yang tadi sempat mandeg dan telah menjadi kacau akan saya simpan dulu di dalam kulkas laptop saya sampai dingin dan bisa ku olah lagi. Terima kasih buat yang mau baca tulisan tak penting ini. 😉

Pojok Biru

Senin, 12 Juli 2010

23:05:19 WIB

bagaimana menurutmu? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s