Selalu Ada Hikmah (H #2 IMSS)

Hari ke-2 IMSS. 16 Juli 2012. Kesabaran kami kembali diuji. Nama kami kembali tidak terdata dalam daftar peserta sekolah LDK. Tapi, lagi-lagi, banyak hikmah kami temukan.

Berbeda dengan hari pertama, di hari kedua (dan kemudian seterusnya), kami dikumpulkan di taman Ganesha ITB, sebelah masjid Salman. Pukul 07.00, para peserta berkumpul untuk makan pagi bersama. Acara di hari kedua ini akan lebih padat, dan tentu saja beragam. Ada Islamic Fair, Sidang Komisi FSLDK, International Conference, dan sekolah LDK. Kami sendiri, dari GAMUS IM Telkom, memilih mengikuti sekolah LDK, dan Sidang Komisi yang dihadiri oleh seorang anggota kami.

suasana sekolah LDK kelas rekruitmen PMB bersama Kak Agung

Namun? Yang terjadi pagi itu, kami dikumpulkan menuju aula barat ITB, untuk mengikuti acara talkshow bersama Ustadz Salim A. Fillah, dan tiga pembicara lainnya, yang merupakan salah satu rangkaian acara Islamic Fair. Karena hari itu kami berniat untuk mengikuti sekolah LDK, jujur saja, agak berat ketika mengikuti talkshow ini. Kami pun memutuskan untuk keluar, menonton stand-stand di lapangan basket ITB, yang juga masih merupakan rangkaian acara Islamic Fair. Di sana, kami bertemu dengan Kang Setia Furqan Khalid dan istrinya, teh Ina, yang saat itu sedang mengandung. Aku, yang sok kenal, langsung saja bersalaman dengan teh Ina, mengingat sudah dua kali, beliau hadir menjadi pembicara di kampus kami. Hehe.

Dari jalan-jalan itulah (dan dibantu Lino, sahabat GAMUS yang juga panitia IMSS), kami mengetahui bahwa sekolah LDK baru dimulai pukul 10.00 WIB. Akhirnya, ketika melihat barisan kelas-kelas sekolah LDK, kami langsung masuk saja dalam barisan, tidak peduli nama kami terdata atau tidak. Alhamdulillah, semua sahabat GAMUS bisa masuk ke dalam sekolah LDK, kecuali Himsa. :D

Ya, kelasnya tidak cukup. Awalnya, sempat ada perasaan kesal. Tapi, kemudian, saya berkumpul dengan teman-teman dari LDK lain yang juga tidak bisa masuk kelas karena kapasitas kelas tidak memenuhi. Mengikuti talkshow Islamic Fair? Kami tidak berminat. Akhirnya, kami pun duduk saja di tangga samping lapangan basket ITB, di belakang stand-stand makanan, sambil menikmati segelas yoghurt.

Tinggallah kami berempat di sana. Saya, Teh Hapni dari USSU, Wiwi dari UNILA, dan Rahmi dari Salam UI. Kami pun akhirnya mengobrol, sharing tentang masalah-masalah yang terjadi dalam LDK kami. Seru! Dari sana, saya mendapati perjuangan teman-teman yang luar biasa. Teh Hapni, yang kebetulan paling senior di antara kami, bercerita tentang kegiatannya sebagai Kepala Dana Usaha di LDK-nya. Teh Hapni bercerita, bahwa beliau pernah mendapatkan keuntungan hingga 5 juta dalam sehari. Caranya cukup kreatif, dengan menjual oleh-oleh khas Medan ketika ada Rakornas suatu partai di Medan. Subhanallah.

Wiwi juga tak kalah bercerita, tentang tantangan berdakwah di Kampus UNILA. Begitupun Rahmi, tentang aktivitasnya di bagian riset. Subhanallah sekali. Perjuangan GAMUS belum ada apa-apanya, Kawan. Semoga cerita-cerita mereka membuat kita lebih bersemangat lagi.

Siang harinya, alhamdulillah saya bisa mengikuti salah satu kelas di Sekolah LDK. Banyak ilmu yang di dapat di sini. Karena kebetulan saya masuk kelas Rekruitmen Mahasiswa Baru, ilmu yang saya dapatkan adalah bahwa LDK kita haruslah memiliki positioning yang tepat dan mampu memberikan contoh serta memahami karakter mahasiswa. Kelas ini diisi oleh Kang Agus Wijaya Mitra Alam, penulis buku “100% LDK itu Keren!!!” yang dulunya juga aktif di GAMAIS ITB. (Silahkan baca bukunya, rasakan kekerenannya, hehe)

Usai sekolah LDK, kami kembali ke aula barat untuk mengikuti talkshow bersama Habiburahman el Shirazy tentang berdakwah melalui film. Unik. Aula barat ITB penuh sore itu. Saya sendiri menikmati talkshow sambil berjalan-jalan di sekitar stand-stand yang berjualan buku.

Alhamdulillah. Hari ini, aku yakin, sahabat yang bergabung di sekolah LDK pasti mendapatkan banyak ilmu. InsyaAllah ilmu tersebut akan kita kumpulkan dalam “Team Building after IMSS” yang diadakan oleh Penguin (Pengurus Inti) GAMUS IM Telkom. Semoga ilmu-ilmu tersebut bisa kami aplikasikan untuk dakwah GAMUS yang lebih baik, dan tentu saja untuk agama kita, Islam.

Gegerkalong

Bandung, 16 Juli 2012

Diedit 19 Juli 2012

bagaimana menurutmu? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s