Sekelumit Rumit Masa SMA

Hari ini mungkin terakhir kali saya melihat wajah teman-teman saya dalam bingkai cerita masa SMA. Tak semuanya ku lihat, masih banyak wajah-wajah yang amat aku rindukan setelah semua itu usai. Ah, kawan.. secepat inilah waktu berlalu, tiga tahun jelas terasa sedepa langkah. Saya pulang membawa bingkai nama SMA 1 PATI dalam SKHU yang sudah tersimpan lengkap dalam map merah bersama file-file lain yang menandakan bahwa saya BUKAN lagi siswa SMA 1 PATI. Ya, sudah alumni…

Sekelibat layar terputar.. Kata orang, masa SMA itu fase paling indah dalam hidup. Iyakah?? Saya ingat awal pertama masuk sebagai siswa, ah senang sekali waktu itu. Lalu hari-hari terasa berbeda, ada kesal, ada amarah, ada muak, juga ada persahabatan serta tantangan, dan yang jelas ada kebahagiaan. Mungkin tak berbeda dengan fase hidup lain, tapi mungkin perasaan bisa lah merasakan bedanya.

Hmm, kalau saya cenderung menyebutnya masa yang rumit. Nah lho? Segalanya bisa saja tertumpah. Iya, masa SMA bagi saya adalah sekumpulan cerita rumit yang di alami oleh remaja yang sedang memiliki pemikiran-pemikiran yang rumit pula (mungkin saya juga, :P). Ada multi manusia di masa itu, ada yang menemukan masa-masa kelamnya, tapi banyak juga yang menemukan masa benderangnya. Ada yang jadi lebih agamis tapi banyak juga yang bobrok mentalnya. Ada yang tambah puuiiinteeerr, ada juga yang… dan seterusnya…. ;)

Lalu mengapa rumit? Entahlah, saya sendiri tidak banyak memahami diri saya sendiri semasa SMA, makanya saya menyebutnya RUMIT :D . Lika-liku masa remaja dalam penemuan jati diri memang rumit. SMA 1 PATI sendiri saya yakin telah menorehkan bekas (walaupun sedikit) di hati para alumninya. Saya akui, saya pun begitu. Tentu masih ingat kan dengan guru-guru lengkap beserta kharisma masing-masing? Saya yakin ada minimal satu kata dari beliau-beliau yang masih menempel hingga sekarang bahkan nanti. Jadi kangen sama ulangan harian, biasanya kita menolak dengan berbagai dalih kalau mau ada ulangan. Apalagi tugas, beuh.. berat sekali! Dulu sering juga berpikir, “Emang nggak bosen ya kasih tugas terus??”. Tapi sekarang saya sadar, tugas-tugas itu lah yang membuat persahabatan tumbuh indah.

Bicara persahabatan rasa rindu ini jadi muncul kembali. Sayang sekali, saat aku melihat ‘dunia’ kita hari ini, semuanya sudah berbeda. Bangku hijau di depan kelas kita bahkan sudah tak ada. Saya juga tak tahu sudah jadi seperti apa kelas kita sekarang. Tak ada yang bisa kuceritakan hari ini selain cerita sedikit orang yang berlalu lalang ke kantor tata usaha untuk mengambil SKHU. Sudah tak ada lagi tawa kalian di tempat dulu kita bersama.

Ingin ku ceritakan sekelumit masa yang ku anggap rumit itu. Ada persahabatan di sana, juga ada cinta. Ada juga yang sahabat jadi cinta. Lho? ;) Ada airmata antara banyak tawa yang menggelegar, ada senyum manis antara kesedihan yang memuncak. Ada juga tingkah konyol yang mungkin hanya dilakukan anak-anak SMA. Ada senyum puas saat jam kosong melanda, bahkan komputer pun sudah beralih fungsi jadi arena pertandingan game yang seru disertai LCD yang jadi ‘makanan’ asyik saat jam kosong atau kelas yang jadi gedung bioskop dadakan. Ada juga yang asyik smsan dengan teman di belakangnya saat teman-temannya asyik dengan hal lain. Ada juga yang masih sempat belajar saat kelas kacau seperti itu. Ada juga pacuk-pacukan (apa sih bahasa Indonesianya???) yang selalu buat geger suasana kelas. Ada juga yang kabur ke kantin atau kopsis, yang lain nitip :P . Ada juga yang memilih stay di Mushola. Tapi kok jarang ya yang nangkring di perpus?? Ada yang enak-enakan hotspotan. Yang pasti ada juga yang tidur. Brrrrrr..

Ah, itu hanya sedikit cerita saat jam kosong. Masih banyak cerita lain. Cerita Bali, drama dan jagung saat kelas XI. Perjuangan untuk melewati presentasi yang paling menegangkan dari Bu Endang J. Cerita saat ulangan hingga ujian. Hmm,too many story, guys, pena saya tak sanggup menceritakan semuanya. Saya yakin memori itu walaupun sedikit ada di benak kalian. Ya, walaupun rumit.

Bagi saya semuanya terlalu berkesan dan berarti untuk segera berlalu. Tapi itulah waktu, kita tak perlu bersedih, kenangan itu tak akan lagi melahirkan air mata, kalaupun iya, air mata itu yang akan menyemangati langkah kita dalam meraih impian. Walaupun begitu, kadang saya juga menyesal dengan masa SMA dulu, apalagi kalau ingat semua kegilaan saya. Tapi ya sudahlah, tak perlu menyesal, apalagi sampai menyebut masa jahiliyyah diri. Tidaaaakk.. pasti terselip hikmah di balik apapun yang terjadi. Masa itu memang jalan Allah yang harus kita lalui dan berusaha lebih baik dari ini. J

Teman, saya atau kamu tak tahu apakah nanti kita lebih bahagia dari ini atau tidak. Saya hanya berpikir, kita pasti akan tetap bahagia selama kita mencintai Allah.. Jadi, jalani saja hidup ini dengan bahagia, dengan selalu berusaha lebih baik. Selamat jalan, kawanku! Di kota orang kalian akan mengukir impian. Bila ukiran itu sudah kau raih, jangan lupa ceritakan padaku.. ;)

Pojok Biru

Wednesday, June 30, 2010

10:48:36 PM

2 thoughts on “Sekelumit Rumit Masa SMA

bagaimana menurutmu? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s